"Prediksi harga batubara bisa naik sampai akhir tahun. Bisa US$ 70 per ton untuk kualitas kita, di kuartal satu harga batubara kita hanya US$ 69 per ton," kata Direktur Utama HRUM Ray Gunara usai acara RUPST Perseroan, di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (17/5/2013).
Dia menyebutkan, di semester kedua tahun 2012 harga batubara global melemah menjadi US$ 82,7 per ton atau lebih rendah 11,7% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 93,6 per ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak pengaruhnya salah satunya harga batubara yang turun. Pendapatan kuartal satu turun 26% dari tahun lalu. Laba juga turun ya memang kondisinya seperti itu," kata dia.
Sementara itu, perseroan menargetkan bisa memproduksi batubara sepanjang tahun 2013 sebesar 12 juta ton hingga 12,5 juta ton yang masing-masing 10,5 juta ton dari PT Mahakam Sumber Jaya dan sisanya dari PT Santan Batubara yang merupakan anak usaha perseroan.
Perseroan juga menargetkan volume penjualan batubara sepanjang tahun ini sebesar 13 juta ton hingga 14 juta ton. Penjualan batubara tersebut sebagian untuk kebutuhan domestik dan diekspor. Pasar ekspor perseroan masih menyasar ke negara Korea Selatan, China, dan Taiwan.
(ang/ang)











































