Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.755 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 25,531 poin (0,50%) ke level 5.171,214 langsung menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa membuka perdagangan awal pekan. Aksi beli marak terjadi di seluruh lapisan saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melonjak 71,451 poin (1,39%) ke level 5.217,134 didorong aksi beli di seluruh lapisan saham. Atas penguatan ini, indeks pun menembus level 5.200 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Aksi beli mulai melambat setelah indeks naik cukup tinggi. Aksi ambil untung terjadi meski tidak sampai membuat indeks jatuh ke zona merah.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (20/5/2013), IHSG melesat 69.293 poin (1,35%) ke level 5.214,976. Sementara Indeks LQ45 menanjak 14,106 poin (1,62%) ke level 884,134.
Indeks berhasil cetak rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya terjadi pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu di level 5.145,683 setelah naik 67,005 poin (1,32%).
Sembilan dari sepuluh sektor industri di bursa berhasil menghijau, hanya sektor tambang yang terkena koreksi jelang penutupan perdagangan akibat aksi ambil untung.
Aksi beli banyak dilakukan investor lokal. Saham-saham lapis dua memimpin penguatan, terutama di sektor industri dasar dan aneka industri.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 178.971 kali pada volume 6,022 miliar lembar saham senilai Rp 7,709 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 103 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum sehingga kompak bertahan di zona hijau. Sentimen positif dari bursa global mendorong indeks terus menguat.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit naik 17,12 poin (0,75%) ke level 2.299,99. Â
- Indeks Hang Seng melonjak 410,35 poin (1,78%) ke level 23.493,03. Â
- Indeks Nikkei 225 menanjak 222,69 poin (1,47%) ke level 15.360,81. Â
- Indeks Straits Times bertambah 4,20 poin (0,12%) ke level 3.453,50. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GWTD) turun Rp 2.300 ke Rp 9.300, Multi Prima (LPIN) turun Rp 450 ke Rp 6.000, Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 7.800, dan Toba Pulp (INRU) turun Rp 260 ke Rp 810.
(ang/dnl)











































