Menutup perdagangan awal pekan, Senin (20/5/2013), IHSG melesat 69.293 poin (1,35%) ke level 5.214,976. Sementara Indeks LQ45 menanjak 14,106 poin (1,62%) ke level 884,134.
Semalam, indeks di pasar saham Wall Street sempat mencetak rekor intraday tertinggi sebelum akhirnya ditutup datar. Koreksi ini wajar terjadi setelah Dow Jones dan S&P berkali-kali mencetak rekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 19,12 poin (0,12%) ke level 15.335,28. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 1,18 poin (0,07%) ke level 1.666,29. Indeks Komposit Nasdaq menipis 2,53 poin (0,07%) ke level 3.496,43.
Hari ini, laju IHSG diperkirakan akan melambat dengan potensi profit taking. Sentimen negatif datang dari pasar global yang semalam melemah tipis disambut dengan pembukaan bursa Asia yang naik tipis.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,70 poin (0,04%) ke level 15.366,51. Â
- Indeks KOSPI bertambah 1,59 poin (0,08%) ke level 1.984,02. Â
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG melaju kencang pada perdagangan kemarin sekaligus menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini juga didukung oleh sentimen positif dari Dow Jones yang pada pekan lalu juga mencatat rekor baru. Kenaikan Dow Jones sendiri didorong oleh rilis data ekonomi yang bagus ditengah isu spekulasi the Fed akan mempertimbangkan jika benar-benar ingin mengurangi stimulus. Pasar pekan ini akan menunggu pidato Bernanke terkait stimulus pada rabu. Disisi lain kami melihat posisi indeks saat ini relatif rawan akan koreksi. Tekanan jual mulai terlihat menjelang penutupan meski IHSG masih mampu ditutup pada posisi yang cukup tinggi. Kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 5.185-5.235.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +69.29 poin (+1.35%) ke 5,214.98 dengan jumlah transaksi sebanyak 11.9 juta lot atau setara dengan Rp7.5 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.12%), sektor basic-industries (+2.80%), sektor construction and property (+1.12%), sektor consumer goods (+1.75%), sektor finance (+0.91%), sektor infrastructure (+1.57%), sektor mining (-0.23%), sektor misc-industries (+1.78%), dan sektor trade (+1.14%).
Tercatat sebanyak 154 saham mengalami penguatan, 116 saham mengalami penurunan, 103 saham tidak mengalami perubahan dan 99 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BMRI (+3.48%), TLKM (+2.93%), CPIN (+8.63%), ASII (+2.13%), dan GGRM (+3.87%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBCA (-0.91%), BYAN (-5.45%), BDMN (-2.42%), BMTR (-1.87%), dan ULTJ (-3.98%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp571 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, ASII, MAIN, INDF, dan BBRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,758 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal bullish pada indikator MACD, hal ini terlihat dari histogram yang menciptakan new high mengindikasikan penguatan akan berlanjut pada hari ini. Dengan support 5,075 dan resistance 5,300. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BMRI, GGRM, MAIN.
(ang/dru)











































