IHSG Rentan Koreksi

Rekomendasi Saham

IHSG Rentan Koreksi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 23 Mei 2013 08:30 WIB
IHSG Rentan Koreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin rebound 19 poin berkat penguatan saham-saham perkebunan dan konstruksi. Aksi beli ini dilakukan baik oleh investor lokal maupun asing.

Menutup perdagangan, Rabu (22/5/2013), IHSG naik 19,240 poin (0,37%) ke level 5.207,999. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,193 poin (0,14%) ke level 880,178.

Semalam, Saham-saham di Wall Street terkena koreksi cukup dalam menyusul pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Federal Reserve yang memberi sinyal akan menghentikan program stimulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 80,41 poin (0,52%) ke level 15.307,17. Indeks Standard & Poor's 500 turun 13,81 poin (0,83%) ke level 1.655,35. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 38,82 poin (1,11%) ke level 3.463,30.

Hari ini, IHSG rentan koreksi atas posisinya yang sudah cukup tinggi. Sentimen yang beredar dari pasar global dan regional pun tak sepenuhnya positif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 222,49 poin (1,42%) ke level 15.849,75. Β 
  • Indeks KOSPI melemah 15,19 poin (0,76%) ke level 1.978,64. Β 

Rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +19.24 poin (+0.37%) ke 5,208.00 dengan jumlah transaksi sebanyak 15.7 juta lot atau setara dengan Rp8.8 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+2.23%), sektor basic-industries (+0.99%), sektor construction and property (+2.30%), sektor consumer goods (+0.01%), sektor finance (-0.42%), sektor infrastructure (+0.58%), sektor mining (-0.82%), sektor misc-industries (+0.31%), dan sektor trade (+0.83%).

Tercatat sebanyak 177 saham mengalami penguatan, 106 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan dan 98 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. PGAS (+2.42%), MNCN (+5.88%), CPIN (+2.80%), TLKM (+0.82%), dan SCMA (+3.51%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBRI (-1.59%), BMRI (-0.97%), GGRM (-1.87%), BDMN (-2.50%), dan BBCA (-0.45%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp140 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. PGAS, ASRI, ASII, BMRI, dan LPKR. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,770 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal bullish pada indikator MACD, oleh karena itu untuk hari ini IHSG diperkirakan akan menguat. Dengan support 5,115 dan resistance 5,300. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: MAIN, MAPI, ULTJ.

Trust Securities
Kembali IHSG mematahkan perkiraan akan terjadinya pelemahan setelah laju bursa saham AS sebelumnya ditutup positif dengan adanya komentar dari salah 1 petinggi The Fed yang masih menginginkan kelanjutan dari program stimulus. Meski sempat mampir ke zona merah namun, IHSG kembali bangkit dan berhasil melaju ke level psikologisnya di 5200an. Bahkan melewati target atas resisten kami (5218). Di sisi lain, laju bursa saham Asia pun bervariatif sehingga tidak banyak memberikan imbas pada IHSG namun, momentum pelemahan sebelumnya memang dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk dengan sentimen positif dari AS. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5235,76 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 5185,55 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5208,00. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Kamis (22/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5145-5178 dan resistance 5196-5218. Berpola menyerupai inverted hammer pada upper bollinger bands (UBB). MACD masih datar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba dekati area overbought. Meski posisi low IHSG masih di atas target support kami (5178) namun, juga berhasil melampaui target resisten (5218) sehingga memberikan kesempatan untuk melakukan profit taking. Dari bentuk chart juga terlihat besarnya tekanan jual dibandingkan dorongan beli sehingga rentan alami koreksi bila sentimen dan bursa saham global tidak cukup mendukung. Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads