IHSG Masih Dibayangi Sentimen Negatif

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Dibayangi Sentimen Negatif

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 24 Mei 2013 08:27 WIB
IHSG Masih Dibayangi Sentimen Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 86 poin setelah dihujani aksi jual sejak pagi tadi. Aksi jual ini terjadi didorong data manufaktur China yang terkontraksi di Mei juga rencana The Federal Reserve yang akan mencabut stimulus.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (23/5/2013), IHSG ditutup anjlok 86,596 poin (1,66%) ke level 5.121,403. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 15,305 poin (1,74%) ke level 864,873.

Semalam, Wall Street terkena aksi jual yang cukup marak dan harus berakhir di zona merah. Tekanan jual muncul setelah hal serupa terjadi di bursa Eropa dan Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 12,67 poin (0,08%) ke level 15.294,50. Koreksi Dow Jones mulai berkurang menjelang akhir perdagangan setelah jatuh ke posisi terendahnya di 15.180.

Indeks S&P 500 mengikuti pergerakan yang serupa, anjlok 1,1% di awal perdagangan dan ditutup di 1.650,51, melemah 4,84 poin (0,29%). Sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 3,88 poin (0,11%) ke level 3.459,42.

Hari ini, IHSG masih dibayangi oleh koreksi lanjutan, terutama gara-gara melemahnya pasar global semalam. Namun rebound-nya bursa-bursa di Asia bisa menjadi dorongan untuk aksi beli.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 432,48 poin (2,99%) ke level 14.916,46.  
  • Indeks KOSPI naik 3,96 poin (0,20%) ke level 1.973,15.  

Rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini:
Panin Sekuritas
Kemarin IHSG bergerak melemah didorong oleh tekanan jual dari bursa regional merespon data manufaktur China yang melemah serta menguatnya Yen. Nikkei dan Hangseng tercatat membukukan penurunan cukup dalam. Selain berita dari Asia, pasar juga bereaksi negatif atas pernyataan The Fed yang akan mengurangi program stimulus mereka terutama jika pasar tenaga kerja terus membaik. Hari ini kami perkirakan tekanan jual akan mulai berkurang meski indeks masih dibayangi oleh potensi koreksi lanjutan. Investor dalam negeri juga masih wait and see terkait dampak kebijakan BBM bersubsidi yang akan diputuskan awal bulan nanti. Kisaran support-resistance 5.079-5.150.
 
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -86.60 poin (-1.66%) ke 5,121.40 dengan jumlah transaksi sebanyak 14.5 juta lot atau setara dengan Rp9.4 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.27%), sektor basic-industries (-2.38%), sektor construction and property (-2.66%), sektor consumer goods (-0.72%), sektor finance (-1.00%), sektor infrastructure (-1.90%), sektor mining (-3.38%), sektor misc-industries (-1.25%), dan sektor trade (-2.39%).

Tercatat sebanyak 52 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 66 saham tidak mengalami perubahan dan 103 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. UNVR (+2.43%), SMAR (+3.52%), TRIO (+7.22%), TSPC (+2.27%), dan AUTO (+2.17%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. PGAS (-3.94%), CPIN (-5.45%), MNCN (-9.72%), GGRM (-4.07%), dan ASII (-1.40%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp580 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. MNCN, SMGR, PGAS, BMRI, dan BBNI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,783 per Dollar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan sinyal bearish pada indikator Stochastic. Untuk hari ini diperkirakan IHSG masih akan terkoreksi untuk menguji level support 5,050. Dengan support 5,050 dan resistance 5,200. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: APLN, BBRI, TAXI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads