Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.770 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 10,291 poin (0,20%) ke level 5.131,694. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 2,583 poin (0,30%) ke level 867,456.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan yang kemarin terpangkas sangat dalam mulai diincar kembali oleh investor. Tentu saja investor memanfaatkan harga saham yang sudah murah akibat koreksi kemarin.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 33,422 poin (0,61%) ke level 5.154,825. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 6,276 poin (0,73%) ke level 871,149.
Kemarin, IHSG anjlok 86 poin setelah dihujani aksi jual sejak pagi tadi. Aksi jual ini terjadi didorong data manufaktur China yang terkontraksi di Mei juga rencana The Federal Reserve yang akan mencabut stimulus.
Semalam, Wall Street terkena aksi jual yang cukup marak dan harus berakhir di zona merah. Tekanan jual muncul setelah hal serupa terjadi di bursa Eropa dan Jepang.
Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini setelah kemarin kompak melemah. Posisi indeks regional yang sudah rendah dimanfaatkan untuk akumulasi beli.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 11,56 poin (0,51%) ke level 2.287,22. Â
- Indeks Hang Seng bertambah 35,28 poin (0,16%) ke level 22.704,96. Â
- Indeks Nikkei 225 menanjak 448,65 poin (3,10%) ke level 14.932,63. Â
- Indeks KOSPI menguat 5,78 poin (0,29%) ke level 1.974,97.











































