IHSG Anjlok 65 Poin Terkena Aksi Ambil Untung

Sesi I

IHSG Anjlok 65 Poin Terkena Aksi Ambil Untung

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 27 Mei 2013 12:08 WIB
IHSG Anjlok 65 Poin Terkena Aksi Ambil Untung
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 65 poin terkena aksi ambil untung yang terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks pun terpaksa lengser dari level 5.100.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 6,863 poin (0,13%) ke level 5.148,230 terkena koreksi bersama pasar saham regional. Investor melepas saham sambil menunggu perkembangan pasar.

Aksi ambil untung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks pun langsung meluncur ke posisi terendahnya hari ini di level 5.081,402.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (26/5/2013), IHSG anjlok 65,956 poin (1,28%) ke level 5.089,137. Sementara Indeks LQ45 jatuh 14,916 poin (1,72%) ke level 854,723.

Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah, sektor aneka industri dan industri dasar jatuh paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen. Saham-saham lapis dua jadi target aksi jual.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 97.255 kali pada volume 2,476 miliar lembar saham senilai Rp 2,758 triliun. Sebanyak 66 saham naik, sisanya 158 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa regional sudah mulai balik arah ke zona hijau setelah pagi tadi kompak melemah. Hanya bursa Jepang yang belum bergerak dari teritori negatif gara-gara koreksinya yang sangat tajam.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,23 poin (0,01%) ke level 2.288,76.  
  • Indeks Hang Seng menguat 50,70 poin (0,22%) ke level 22.669,37.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 389,31 poin (2,66%) ke level 14.223,14.  
  • Indeks Straits Times naik 3,42 poin (0,10%) ke level 3.396,59.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 450 ke Rp 6.500, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 13.400, Siantar Top (STTP) naik Rp 250 ke Rp 2.000, dan Danayasa (SCBD) naik Rp 250 ke Rp 1.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 950 ke Rp 87.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 52.800, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 33.650, dan Indocement (INTP) turun Rp 750 ke Rp 24.500.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads