Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.785 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.775 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 6,863 poin (0,13%) ke level 5.148,230 terkena
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks pun langsung meluncur ke posisi terendahnya hari ini di level 5.076,185.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 65,956 poin (1,28%) ke level 5.089,137 terkena aksi ambil untung yang terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks pun terpaksa lengser dari level 5.100.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan kali ini. Tekanan jual terus mewarnai jalannnya perdagangan sejak pembukaan sampai penutupan.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (26/5/2013), IHSG ditutup jatuh 69,957 poin (1,36%) ke level 5.085,136. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 16,780 poin (1,93%) ke level 852,859.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa jatuh ke zona merah, sektor aneka industri dan industri dasar jatuh paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen. Saham-saham lapis dua jadi target aksi jual.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 171.246 kali pada volume 5,264 miliar lembar saham senilai Rp 6,681 triliun. Sebanyak 98 saham naik, sisanya 169 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia bergerak mixed menutup perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam di antara pasar saham Asia lainnya.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 4,54 poin (0,20%) ke level 2.293,08. Β
- Indeks Hang Seng menguat 67,38 poin (0,30%) ke level 22.686,05. Β
- Indeks Nikkei 225 anjlok 469,80 poin (3,22%) ke level 14.142,65. Β
- Indeks Straits Times berkurang 5,84 poin (0,17%) ke level 3.387,33. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 1.200 ke Rp 10.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 500 ke Rp 16.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 54.100, dan Siantar Top (STTP) naik Rp 250 ke Rp 2.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 24.150, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 87.050, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 29.600, dan Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 31.500.
(ang/dru)











































