IHSG Bisa Positif Didorong Pasar Regional

Rekomendasi Saham

IHSG Bisa Positif Didorong Pasar Regional

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 28 Mei 2013 08:35 WIB
IHSG Bisa Positif Didorong Pasar Regional
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 69 poin menutup perdagangan awal pekan gara-gara maraknya aksi ambil untung. Tekanan jual terjadi sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (26/5/2013), IHSG ditutup jatuh 69,957 poin (1,36%) ke level 5.085,136. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 16,780 poin (1,93%) ke level 852,859.

Bursa saham Wall Street dan London tutup di awal pekan ini menyambut hari raya libur nasional Memorial Day. Sedangkan bursa-bursa Eropa lainnya ditutup positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini, IHSG masih berpotensi melemah karena posisinya yang sudah tinggi. Namun, faktor positif dari pasar regional bisa memberi dukungan untuk menguat.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 64,61 poin (0,46%) ke level 14.207,26. Β 
  • Indeks KOSPI naik tipis 0,52 poin (0,03%) ke level 1.980,49. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -69.96 poin (-1.36%) ke 5,085.14 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.3 juta lot atau setara dengan Rp6.5 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.36%), sektor basic-industries (-2.28%), sektor construction and property (+0.60%), sektor consumer goods (-1.24%), sektor finance (-1.49%), sektor infrastructure (-1.90%), sektor mining (-1.30%), sektor misc-industries (-2.55%), dan sektor trade (-0.75%).

Tercatat sebanyak 98 saham mengalami penguatan, 169 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 109 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. AMRT (+4.13%), GGRM (+0.84%), LPCK (+13.64%), SCBD (+25.00%), dan NISP (+6.21%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-2.78%), PGAS (-4.88%), UNVR (-2.48%), BBCA (-2.28%), dan BBRI (-2.15%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp1248 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. SMGR, PGAS, INTP, BBRI, dan BMRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,793 per Dollar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan sinyal dead cross pada indikator MACD dan sinyal bearish pada indikator stochastic. Hal ini mengindikasikan hari ini IHSG masih berpotensi melemah. Dengan support 5,030 dan resistance 5,175. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: INKP, LPCK, ROTI.

Trust Securities
Negatifnya penutupan bursa saham Eropa dan AS di akhir pekan lalu meski terdapat sejumlah rilis data positif memberikan imbas yang kurang baik bagi laju bursa saham Asia yang juga berimbas negatif pada IHSG. Pelaku pasar panik dan cenderung melepas posisi yang mengakibatkan IHSG terkoreksi menjauhi level psikologis 5100 dan bahkan level 5200an yang sempat menjadi new high record di bulan ini. Tampaknya pola candle hijau di akhir pekan kemarin tidak memberikan sinyal penguatan lanjutan karena tidak didukung oleh sentimen yang ada. Di sisi lain, masih adanya bursa saham Asia yang ditutup naik dan positifnya pembukaan pasar saham Eropa sedikit mampu mengangkat IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5150,68 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5076,19 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 5085,14. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Selasa (28/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5055-5087 dan resistance 5162-5171. Berpola menyerupai separating lines sentuh middle bollinger bands (MBB). MACD cenderung menurun dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal bergerak naik ke arah area overbought. Minimnya sentimen membuat IHSG berada di bawah target support kami (5115- 5145). Posisi yang kurang nyaman untuk IHSG karena bila tidak didukung oleh sentimen yang ada maka akan berpeluang melanjutkan pelemahan. Tetapi, di sisi lain, juga menawarkan level konsolidasi yang menarik. Cermati sentimen yang ada dan perhatikan trailing stop untuk mengamankan pola trading.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads