PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET). Suspensi dihentikan setelah DNET mengumumkan aksi korporasinya mengakuisisi tiga perusahaan Grup Salim.
"Suspensi atas perdagangan saham DNET di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali melalui sesi pra-pembukaan," kata Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre PJ Toelle dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (28/5/2013).
Ia menambahkan, pelaksanaan perdagangan saham DNET melalui sesi pra-pembukaan ini dilakukan di hari ini saja dengan mempertimbangkan tindakan korporasi yang dilakukan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak usaha PT Philadel Terra Lestari itu akan membeli 35,84% saham PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) pemegang waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), 31,50% saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) pemilik merek Sari Roti, dan 40% saham PT Indomarco Prismatama pemilik Indomaret.
Rincian penggunaan dana hasil rights issue adalah sebanyak 28,55% atau setara Rp 1,9 triliun untuk membeli FAST, 30,45% atau Rp 2,1 untuk membeli ROTI dan 37,65% atau Rp 2,6 triliun untuk beli Indomarco. Selain untuk akuisisi, dana itu juga akan dipakai untuk modal kerja.
Emiten berkode DNET itu akan menerbitkan sekitar 14 miliar lembar saham baru dengan target raupan dana Rp 7 triliun. Harga eksekusi tiap lembarnya dipatok Rp 500 per lembar, lebih murah dari harga penutupan perdagangan terakhir di 22 April 2013 lalu sebesar Rp 580 per lembar.
Perdagangan saham DNET sudah dihentikan sejak 22 April lalu dan baru dibuka hari ini. BEI meminta pihak yang berkepentingan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan DNET. (ang/dnl)











































