Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG anjlok 39,698 poin (0,76%) ke level 5.160,995 setelah terkena sentimen negatif dari pasar global. Investor amankan portofolio dengan melepas saham.
Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia membuat investor memilih keluar sejenak dari lantai bursa sambil mengambil untung. Hampir seluruh sektor industri di pasar modal terkena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan hari ini gara-gara maraknya aksi ambil untung. Posisi terendah IHSG hari ini ada di level 5.136,153.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 104.678 kali pada volume 2,972 miliar lembar saham senilai Rp 3,447 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 157 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia akhirnya berjatuhan ke zona merah hingga siang hari ini setelah pagi tadi bergerak mixed. Bursa saham Jepang anjlok paling tinggi di antara bursa regional lainnya.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 6,78 poin (0,29%) ke level 2.317,23. Â
- Indeks Hang Seng melemah 110,37 poin (0,49%) ke level 22.444,56. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 451,65 poin (3,15%) ke level 13.874,81. Â
- Indeks Straits Times amblas 45,71 poin (1,36%) ke level 3.321,76. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.300 ke Rp 25.500, Danayasa (SCBD) naik Rp 475 ke Rp 2.425, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 36.450, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 3.725.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 29.950, Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 32.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 12.400, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 56.050.
(ang/dru)











































