Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 12,853 poin (0,35%) ke level 5.142,250 disokong sentimen positif pasar global yang semalam menguat. Investor akumulasi saham yang sudah murah.
Saham-saham yang kemarin sudah terkoreksi dan jadi murah kini diincar investor. Sayangnya, setelah menanjak sampai ke posisi tertingginya di 5.149,338 indeks langsung terkena tekanan jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti perdagangan sebelumnya, aksi jual masih didominasi investor asing. Saham-saham unggulan yang pagi tadi sempat naik langsung terkena aksi ambil untung.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 100.389 kali pada volume 3,762 miliar lembar saham senilai Rp 4,456 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berjatuhan ke zona merah hingga siang hari ini, padahal pagi tadi rata-rata masih bisa menguat. Hanya bursa Jepang yang masih bisa naik cukup tinggi.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,77 poin (0,03%) ke level 2.318,52. Â
- Indeks Hang Seng menipis 24,49 poin (0,11%) ke level 22.459,82. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 146,60 poin (1,08%) ke level 13.735,63. Â
- Indeks Straits Times berkurang 23,45 poin (0,70%) ke level 3.312,56. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indofood CBP (ICBP) naik Rp 600 ke Rp 13.350, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 13.500, Pembangunan Jaya (PJAA) naik Rp 350 ke Rp 1.770, dan Nipress (NIPS) naik Rp 350 ke Rp 9.050.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 55.000, Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 31.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 86.750, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 5.500.
(ang/dru)











































