Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 61 poin di Jumat lalu gara-gara koreksi tajam di saham-saham unggulan. Investor asing kembali mendominasi aksi jual dengan nilai transaksi cukup tinggi.
Menutup perdagangan, Jumat (31/5/2013), IHSG ditutup anjlok 61,019 poin (1,19%) ke level 5.068,628. Sementara Indeks LQ45 jatuh 18,293 poin (2,13%) ke level 839,468.
Pada perdagangan Jumat akhir pekan, indeks Dow Jones turun 208,96 poin (1,36%) ke level 15.115,57. Indeks S&P 500 turun 23,67 poin (1,43%) ke level 1.630,74. Sementara indeks Nasdaq turun 35,38 poin (1,01%) ke level 3.455,91.
Hari ini, IHSG berpotensi melemah atau koreksi karena menunggu pengumuman inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Bahkan ketidakpastian kenaikan harga BBM subsidi juga jadi penyebab pasar saham akan lesu hari ini. Selain itu pergerakan bursa di Asia juga belum positif.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup turun -61,02 poin (-1,19%) ke 5.068,63 dengan jumlah transaksi sebanyak 18,2 juta lot atau setara dengan Rp 13 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG pada hari ini antara lain sektor agricultural (+1,46%), sektor basic-industries (-1,55%), sektor construction and property (+3,41%), sektor consumer goods (-2,85%), sektor finance (-1,91%), sektor infrastructure (-4,19%), sektor mining (-0,14%), sektor misc-industries (0,00%), dan sektor trade (+1,17%).
Tercatat sebanyak 151 saham mengalami penguatan, 137 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan, dan 105 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers antara lain BSDE (+15,79%), LPKR (+8,88%), ICBP (+2,75%), BMTR (+5,05%), dan EMTK (+4,92%).
Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers antara lain TLKM (-6,75%), UNVR (-5,72%), PGAS (-8,33%), BBCA (-4,17%), dan GGRM (-5,31%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 649 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain TLKM, BMRI, PGAS, BBCA, dan BBRI.
Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 9.877 per dolar AS.
Secara teknikal koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini menghasilkan sinyal bearish pada indikator MACD dan Slow Stochastic. Untuk hari senin diperkirakan IHSG masih akan terkoreksi untuk menguji support yang berada pada level 5.030. Dengan support 5,030 dan resistance 5.180.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : GJTL, LPKR, MEDC.
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup melemah signifikan didorong oleh berlanjutnya aksi jual investor asing. Tercatat 8 hari perdagangan berturut-turut asing mencatat net sell yang cukup signifikan. Beralihnya investasi asing ini turut membawa sentimen yang menekan nilai tukar rupiah yang terus mendekati level psikologis 10.000.Â
Sementara faktor eksternal yang memperngaruhi pergerakan bursa regional pekan lalu adalah data ekonomi seperti GDP dan tunjangan pengangguran AS yang dirilis lebih buruk dari perkiraan.Â
Pasar benar-benar berharap dengan data ekonomi yg belum seluruhnya bagus ini membuat the Fed yakin bahwa belum saatnya mereka mengurangi stimulus yang sudah dilakukan sejak Sept12 hingga ekonomi benar-benar stabil. PDB Amerika Q1/13 tumbuh 2,4% lebih rendah dari estimasi yang sebesar 2,5%.Â
Data tunjangan pengangguran naik 10 ribu orang menjadi 354 ribu, lebih buruh dari konsensus yang sebesar 354 ribu. Data pending home sales naik 0,3%, lebih rendah dari konsensus yg sebesar 1,5%. Mengawali pekan ini kami proyeksikan indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Pergerakan hari ini akan diwarnai oleh pengumuman inflasi periode Mei 2013. Berlarutnya masalah kebijakan BBM juga memberikan dampak negatif bagi pasar. Kisaran support-resistance 5.025-5.090.
(dnl/dnl)
Menutup perdagangan, Jumat (31/5/2013), IHSG ditutup anjlok 61,019 poin (1,19%) ke level 5.068,628. Sementara Indeks LQ45 jatuh 18,293 poin (2,13%) ke level 839,468.
Pada perdagangan Jumat akhir pekan, indeks Dow Jones turun 208,96 poin (1,36%) ke level 15.115,57. Indeks S&P 500 turun 23,67 poin (1,43%) ke level 1.630,74. Sementara indeks Nasdaq turun 35,38 poin (1,01%) ke level 3.455,91.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 308,4 poin (2,24%) ke level 13.469,67. Â
- Indeks KOSPI turun 3,86 poin (0,19%) ke level 1.996,54. Â
eTrading Securities
Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup turun -61,02 poin (-1,19%) ke 5.068,63 dengan jumlah transaksi sebanyak 18,2 juta lot atau setara dengan Rp 13 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG pada hari ini antara lain sektor agricultural (+1,46%), sektor basic-industries (-1,55%), sektor construction and property (+3,41%), sektor consumer goods (-2,85%), sektor finance (-1,91%), sektor infrastructure (-4,19%), sektor mining (-0,14%), sektor misc-industries (0,00%), dan sektor trade (+1,17%).
Tercatat sebanyak 151 saham mengalami penguatan, 137 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan, dan 105 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers antara lain BSDE (+15,79%), LPKR (+8,88%), ICBP (+2,75%), BMTR (+5,05%), dan EMTK (+4,92%).
Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers antara lain TLKM (-6,75%), UNVR (-5,72%), PGAS (-8,33%), BBCA (-4,17%), dan GGRM (-5,31%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 649 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain TLKM, BMRI, PGAS, BBCA, dan BBRI.
Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 9.877 per dolar AS.
Secara teknikal koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini menghasilkan sinyal bearish pada indikator MACD dan Slow Stochastic. Untuk hari senin diperkirakan IHSG masih akan terkoreksi untuk menguji support yang berada pada level 5.030. Dengan support 5,030 dan resistance 5.180.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : GJTL, LPKR, MEDC.
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup melemah signifikan didorong oleh berlanjutnya aksi jual investor asing. Tercatat 8 hari perdagangan berturut-turut asing mencatat net sell yang cukup signifikan. Beralihnya investasi asing ini turut membawa sentimen yang menekan nilai tukar rupiah yang terus mendekati level psikologis 10.000.Â
Sementara faktor eksternal yang memperngaruhi pergerakan bursa regional pekan lalu adalah data ekonomi seperti GDP dan tunjangan pengangguran AS yang dirilis lebih buruk dari perkiraan.Â
Pasar benar-benar berharap dengan data ekonomi yg belum seluruhnya bagus ini membuat the Fed yakin bahwa belum saatnya mereka mengurangi stimulus yang sudah dilakukan sejak Sept12 hingga ekonomi benar-benar stabil. PDB Amerika Q1/13 tumbuh 2,4% lebih rendah dari estimasi yang sebesar 2,5%.Â
Data tunjangan pengangguran naik 10 ribu orang menjadi 354 ribu, lebih buruh dari konsensus yang sebesar 354 ribu. Data pending home sales naik 0,3%, lebih rendah dari konsensus yg sebesar 1,5%. Mengawali pekan ini kami proyeksikan indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Pergerakan hari ini akan diwarnai oleh pengumuman inflasi periode Mei 2013. Berlarutnya masalah kebijakan BBM juga memberikan dampak negatif bagi pasar. Kisaran support-resistance 5.025-5.090.











































