TVOne Cs Mau Dijual? Anindya Bakrie: Semua Masih Spekulasi

TVOne Cs Mau Dijual? Anindya Bakrie: Semua Masih Spekulasi

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 05 Jun 2013 13:09 WIB
TVOne Cs Mau Dijual? Anindya Bakrie: Semua Masih Spekulasi
Foto: Dewi-detikFinance
Jakarta -

Group Bakrie membantah akan menjual PT Visi Media Asia Tbk (Viva Group) selaku pemilik TVOne, ANTV, dan media online Vivanews.com. Perusahaan media ini dinilai masih memiliki kinerja yang baik.

Komisaris Utama Viva Group Anindya Bakrie mengatakan, rencana penjualan perusahaan media tersebut masih spekulasi saja.

"Saya rasa kalau misalnya bicara mengenai itu (penjualan) masih spekulasi. Kita baru selesai RUPS 2012, secara fundamental pertumbuhan sangat baik. Saya tidak bisa komen mengenai ini," ujar Anin usai rapat umum pemegang saham (RUPS) Viva Group di Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Anin, semua aset Viva Group masih menjadi andalan Group Bakrie. "Jadi ANTV dan TVOne bulan per bulan selalu rekor rating. Pengeluaran ANTV dan TVOne dua-duanya bagus, satu di berita dan infotainment," kata Anin.

Anin yang juga anak dari Aburizal Bakrie juga menyatakan berita penjualan Viva Group ke group perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo dan Chairul Tanjung adalah spekulasi. "Masih spekluasi. Saya tidak bisa komen semuanya. Belum bisa disampaikan," ujar Anin.

"Kita fokus ke kinerja biar bagus dan sahamnya naik terus, pemegang saham juga senang," lanjutnya.

Sepenjang 2012 lalu, Viva Group mencatat pendapatan Rp 1,24 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 991,6 miliar. Sementara labanya di 2012 mencapai Rp 72,9 miliar, naik dari 2011 yang mencapai Rp 26,3 miliar.

Sementara di kuartal I-2013, bala Viva Group mencapai Rp 1,4 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 200 juta. Namun, RUPS Viva Group memutuskan tidak membagi dividen kepada pemegang saham atas laba di 2012.

"Selain karena saldo laba ditahan yang masih negatif, perseroan juga masih membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha di bidang teknologi dan informasi," demikian penjelasan Anin terkait tidak adanya dividen yang dibagikan.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads