Tak Jual TVOne Cs, Bakrie Justru Bikin Sky TV

- detikFinance
Rabu, 05 Jun 2013 13:48 WIB
Jakarta - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) akan meluncurkan tv berbayar (pay tv) dengan nama Sky TV di akhir 2013. Bisnis baru perusahaan milik Group Bakrie ini menelan investasi hingga US$ 30 juta.

Direktur Utama VIVA Erick Thohir mengatakan, saat ini perseroan tengah fokus untuk meningkatkan kinerja perseroan di tahun ini dengan meluncurkan tv berbayar (pay tv). Selain itu, pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja melalui free to air yang selama ini menjadi fokus bisnis perseroan. Untuk pengembangan bisnis free to air, Erick menyebutkan, perseroan menganggarkan dana sebesar US$ 10 juta.

"Kita anggarkan belanja modal tahun ini paling besar di pay tv US$ 30 juta dan free to air US$ 10 juta," kata Erick usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Gedung ANTV Kuningan, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Dia mengatakan, Sky TV ini diharapkan bisa diluncurkan pada akhir semester tahun ini dengan target awal pelanggan bisa mencapai 300 ribu orang di awal semester 2014.

Erick menjelaskan, untuk pengembangan bisnisnya itu, perseroan telah menyiapkan anggaran belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) 2013 sebesar US$ 40 juta.

Anggaran tersebut berasal dari pinjaman Deutsche Bank sebesar US$ 80 juta yang diperoleh perseroan 6 bulan lalu.

"Rencana ke depan VIVA ada rencana pay tv. Sekitar 6 bulan lalu ada refinancing dari Deutsche Bank US$ 80 juta, dana ini sudah mencakup seluruh capex baik untuk pay tv dan lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan, perseroan juga akan terus mengembangkan bisnis perusahaan melalui berbagai macam cara.

"Kita merasa VIVA harusnya ke depan bisa mengembangkan niatnya untuk bisnis tadi. Ke depannya kita selalu terbuka untuk mitra. Dari sisi pendanaan bisa dari sisi eksekusi cukup lumayan yang paling penting adalah perusahan mampu berdiri sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, Group Bakrie membantah akan menjual PT Visi Media Asia Tbk (Viva Group) selaku pemilik TVOne, ANTV, dan media online Vivanews.com. Perusahaan media ini dinilai masih memiliki kinerja yang baik.

(dru/dru)