Adapun total saham yang bakal dilepas sebanyak-banyaknya 333 juta lembar saham atau sekitar 25% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Perseroan juga akan melaksanakan program employee stock allocation (ESA), dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah saham yang ditawar dan 1% untuk program MSOP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan, masa penawaran awal saham ini dimulai 5 Juni hingga 14 Juni, sambil menanti izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan diperoleh pada 21 Juni mendatang.
"Kalau semua proses tersebut selesai, maka akan dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 25-27 Juni, tanggal penjatahan pada 1 Juli, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 3 Juli," ungkap Iman.
Sementara itu, Direktur Electronic City Fery Wiraatmadja mengungkapkan, 10% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran utang Perseroan di Bank Victoria dan Bank CIMB Niaga.
Dalam prospektus Perseroan yang dirilis Selasa, disebutkan pembayaran utang ke Bank Victoria senilai Rp 15 miliar dan ke CIMB Niaga senilai Rp 10 miliar.
Kemudian, dari sisa dana IPO yang sebesar 90%,"Sebesar 85% untuk capex (capital expenditure) yakni biaya pembangunan gerai baru (stand alone) dan beberapa akuisisi lahan. Sementara sisanya 15% bakal ditempatkan ke dalam pos modal kerja, termasuk didalamnya upgrade IT kita," papar Fery.
Adapun total capex yang dianggarkan Perseroan untuk tahun ini sebesar Rp800 miliar, naik signifikan dari posisi capex 2012 yang hanya sebesar Rp.80 miliar.
"Itu karena kita banyak ekspansi ditahun ini. Kita rencanakan tahun ini bangun 30 toko. Sudah dibuka 13 toko. Toko baru itu ada yang di dalam mal, ruko, dan stand alone seperti bintaro dan SCBD. Tahun lalu kita sudah punya 23 toko," ujar Direktur Utama Electronic City Ingrid Pribadi.
Dengan penambahan sejumlah toko baru hingga akhir tahun nanti, Ingrid optimistis pertumbuhan penjualan mencapai lebih dari 50%. Tahun lalu pendapatan penjualan Perseroan mencapai Rp.1,43 triliun. Laba Bersih Rp125 miliar, atau setara dengan margin pendapatan bersih sebesar 8,7%
"Dengan growth penjualan 50% kita harapkan dapat meraih pertumbuhan income di level 9%-10%," harap Ingrid.
Berdasarkan data Euromonitor, Electronic City memimpin pasar peritel moderen elektronik dengan pasar 41,5%. Hingga Mei 2013, toko Electronic City telah mencapai 36 toko.
(dnl/dnl)











































