Gubernur BI: BBM Naik, Rupiah Bakal Stabil

Gubernur BI: BBM Naik, Rupiah Bakal Stabil

- detikFinance
Jumat, 07 Jun 2013 14:23 WIB
Gubernur BI: BBM Naik, Rupiah Bakal Stabil
Jakarta - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali stabil. Beberapa hari ini rupiah menunjukkan pelemahannya akibat defisit neraca perdagangan dan kondisi perekonomian domestik yang tak menentu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan jika beberapa waktu lalu rupiah mencapai Rp 9.800/US$, maka setelah kenaikan BBM maka rupiah akan stabil pada Rp 9.500-9.700/US$.

"Kalau seandainya penyesuaian BBM itu dilakukan, tahun 2013 rata-rata nilai tukar akan Rp 9.500-9.700," kata Agus kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (7/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini kenaikan harga BBM belum dapat dipastikan, sebab pemerintah masih menunggu kepastian untuk persetujuan kompensasi yang salah satunya adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dari DPR RI.

"Karena kita di Bank Indonesia juga melihat kalau terjadi perubahan harga BBM itu nanti akan berdampak terhadap inflasi tetapi juga berdampak di masyarakat miskin yang sesaat mesti mendapatkan perhatian," ungkapnya.

Agus menyerahkan kepada pemerintah mencari waktu yang tepat untuk menentukan tanggal kenaikan. Ia hanya berharap, pembahasan APBN Perubahan yang saat ini berlangsung dapat selesai sesuai jadwal.

"Itu kan kewenangannya di pemerintah. Tentu kan ada koordinasi dan pembahasan yang sedang dilakukan dengan pemerintah, dengan DPR," ucapnya.

BI, menurutnya akan siap merespon setiap dampak yang dihasilkan dari kebijakan trersebut. Terutama yang terkait dengan kewenangan BI dalam penjagaan moneter.

"Bank Indonesia akan senantiasa mengikuti dan menjaga dan kita akan merespons dalam bentuk bauran kebijakan dan buaran kebijakan yang akan kita keluarkan itu, termasuk makroprudensial, termasuk juga bunga atau likuiditas," ujar Agus.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads