Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan jika beberapa waktu lalu rupiah mencapai Rp 9.800/US$, maka setelah kenaikan BBM maka rupiah akan stabil pada Rp 9.500-9.700/US$.
"Kalau seandainya penyesuaian BBM itu dilakukan, tahun 2013 rata-rata nilai tukar akan Rp 9.500-9.700," kata Agus kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (7/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita di Bank Indonesia juga melihat kalau terjadi perubahan harga BBM itu nanti akan berdampak terhadap inflasi tetapi juga berdampak di masyarakat miskin yang sesaat mesti mendapatkan perhatian," ungkapnya.
Agus menyerahkan kepada pemerintah mencari waktu yang tepat untuk menentukan tanggal kenaikan. Ia hanya berharap, pembahasan APBN Perubahan yang saat ini berlangsung dapat selesai sesuai jadwal.
"Itu kan kewenangannya di pemerintah. Tentu kan ada koordinasi dan pembahasan yang sedang dilakukan dengan pemerintah, dengan DPR," ucapnya.
BI, menurutnya akan siap merespon setiap dampak yang dihasilkan dari kebijakan trersebut. Terutama yang terkait dengan kewenangan BI dalam penjagaan moneter.
"Bank Indonesia akan senantiasa mengikuti dan menjaga dan kita akan merespons dalam bentuk bauran kebijakan dan buaran kebijakan yang akan kita keluarkan itu, termasuk makroprudensial, termasuk juga bunga atau likuiditas," ujar Agus.
(dru/dru)











































