Investor Asing Pantau Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi

Investor Asing Pantau Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi

- detikFinance
Senin, 10 Jun 2013 07:28 WIB
Investor Asing Pantau Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi
Jakarta - Pelaku pasar terutama investor asing saat ini terus mencermati rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Porsi subsidi yang terlalu besar dalam jangka panjang akan memberatkan sekaligus menghambat akselerasi ekonomi.

"Akibat subsidi beban APBN yang ditanggung semakin berat, bisa mempengaruhi laju neraca perdagangan maupun neraca pembayaran," kata Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangan tertulis, Senin (10/6/2013).

Ia mengatakan, ketika investor masuk ke suatu negara, mereka akan mengecek apakah anggaran negara itu sehat atau tidak. Selama ini investor menilai jika terlalu besar porsi subsidi maka tidak bagus untuk pertumbuhan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investor menilai jika terlalu banyak subsidi memberatkan perekonomian akan datang," ujar dia.

Investor sendiri, kata Reza, tetap melihat Indonesia sangat positif dengan demografis yang besar sekaligus sumber daya ekonomi besar. Namun, jika porsi APBN subsidi perlahan tidak dikurangi, akan banyak hambatan yang menggangu perekonomian jika dari sisi APBN terlalu banyak subsidi.

"Jika subsidi memberatkan APBN maka daya saing berkurang. Jika dikurangi bisa lebih akselerasi," ujarnya.

Menurut Reza, harus segera ada kepastian dari pemerintah terkait kenaikan BBM agar optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia yang cenderung mulai negatif supaya kembali positif.

"Kenaikan BBM ini sebenarnya ditunggu pelaku pasar. Lembaga pemeringkat ingin melihat kejelasan pemerintah menaikkan harga BBM," tegasnya.

Di luar kepastian harga BBM subsidi, investor juga ingin melihat keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah lain seperti korupsi dan birokrasi.

"Outlook mereka terhadap Indonesia masih positif kok, hanya mereka melihat dalam penanganan APBN belum terlihat kemajuan," ucapnya.
(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads