Asing Lepas Saham Triliunan Rupiah, IHSG Tersungkur 87 Poin

Asing Lepas Saham Triliunan Rupiah, IHSG Tersungkur 87 Poin

- detikFinance
Senin, 10 Jun 2013 16:12 WIB
Asing Lepas Saham Triliunan Rupiah, IHSG Tersungkur 87 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab 87 poin gara-gara maraknya tekanan jual. Investor asing melepas saham dengan nilai lebih dari satu triliun rupiah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.815 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.780 per dolar AS.

Siang tadi, nilai tukar rupiah sempat anjlok hingga mendekati Rp 10.000 per dolar AS. Dolar AS sempat mencapai Rp 9.966, namun kembali lagi ke level Rp 9.805 pada istirahat siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 43,221 poin (0,89%) ke level 4.908,545 mengikuti penguatan bursa-bursa di Asia. Sentimen positif dari pasar global memberi dorongan terjadinya aksi beli.

Saham-saham yang akhir pekan lalu sudah terkoreksi tajam mulai diburu kembali. Saham yang harganya sudah murah jadi incaran investor asing dan domestik.

Sayangnya, setelah menanjak sampai ke posisi tertingginya hari ini di level 4.915,926, IHSG langsung terkena aksi ambil untung. Indeks langsung meluncur ke zona merah dengan koreksi cukup tajam.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 76,257 poin (1,57%) ke level 4.789,067 kembali anjlok gara-gara aksi jual yang dilakukan investor asing. Padahal, bursa-bursa di Asia kompak melaju di zona hijau.

Tekanan jual investor asing memicu maraknya aksi ambil untung. Investor domestik pun langsung ikut-ikutan melepas saham, membuat indeks tak berdaya di zona merah sampai di posisi terendahnya di level 4.750,951.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (10/6/2013), IHSG tersungkur 87,959 poin (1,81%) ke level 4.777,365. Sementara Indeks LQ45 jatuh 15,427 poin (1,93%) ke level 785,915.

Transaksi investor asing kembali melakukan penjualan bersih (foreign net sell) yang cukup tinggi, yaitu senilai Rp 1,215 triliun di seluruh pasar.

Indeks sektoral yang awalnya kompak menguat di zona hijau kini mulai berjatuhan. Hanya dua yang bertahan positif, sementara delapan lainnya jatuh ke zona merah.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 171.934 kali pada volume 5,493 miliar lembar saham senilai Rp 7,493 triliun. Sebanyak 68 saham naik, sisanya 210 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berhasil mengakhiri perdagangan awal pekan dengan kompak berhenti di zona hijau. Pasar saham China hari ini tutup menyambut libur nasional, perdagangan akan berlanjut besok.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:


  • Indeks Hang Seng naik 39,83 poin (0,18%) ke level 21.615,09.  
  • Indeks Nikkei 225 meroket 636,67 poin (4,94%) ke level 13.514,20.  
  • Indeks Straits Times menguat 18,37 poin (0,58%) ke level 3.203,09.  
  • Indeks KOSPI menanjak 8,85 poin (0,46%) ke level 1.932,70.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 25.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 600 ke Rp 19.150, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 275 ke Rp 3.575, dan (ABDA) naik Rp 250 ke Rp 3.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.200 ke Rp 27.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 16.550, Matahari (LPPF) turun Rp 800 ke Rp 11.450, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 800 ke Rp 85.200.


(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads