Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhirnya menyentuh level Rp 10.000/US$ sore hari ini. Rupiah mencapai level tertingginya di Rp 10.108/US$.
Mengutip data Reuters, Senin (10/6/2013), sore ini rupiah ditutup di posisi Rp 10.105/US$.
Pergerakan rupiah yang tidak stabil ini diakibatkan oleh aksi jual yang terus dilakukan oleh investor asing dalam 2 pekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Indonesia (BI) nampaknya tak berdaya melakukan intervensi di pasar uang. Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono tidak merespon saat dikonfirmasi mengenai jebloknya rupiah.
Namun, Menteri Keuangan Chatib Basri menganggap pelemahan rupiah ini merupakan hal yang biasa. Pasalnya, dalam situasi global yang masih belum menentu, wajar jika nilai tukar dan indeks masih bisa bergerak naik turun.
"Saya tetap melihat bahwa situasi globalnya uncertainty-nya (ketidakpastian) masih begitu tinggi dan itu akan berpengaruh pada persepsi investor mengenai ini. Fenomena begini di financial market kan tidak hanya terjadi di sini kan, di beberapa tempat di region juga terjadi," ujar Chatib. (dru/dnl)











































