Awas! BBM Naik Jelang Puasa-Lebaran, Dolar Bakal Betah di Rp 10 Ribu

Awas! BBM Naik Jelang Puasa-Lebaran, Dolar Bakal Betah di Rp 10 Ribu

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 10 Jun 2013 17:50 WIB
Awas! BBM Naik Jelang Puasa-Lebaran, Dolar Bakal Betah di Rp 10 Ribu
Jakarta -

Dolar AS terus menguat terhadap rupiah dan sempat menembus Rp 10 ribu hari ini. Pelemahan rupiah terhadap dolar bisa terus terjadi sampai lebaran ini, Kenapa?

Pengamat Pasar Uang Farial Anwar mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini karena ketidakpastian kenaikan harga BBM subsidi yang terus didengungkan pemerintah. Kemudian aksi ambil untung (profit taking) di pasar modal yang membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) tersungkur 87,959 poin (1,81%) ke level 4.777,365 pada hari ini juga ikut menghantam rupiah.

"Selain kebijakan BBM subsidi yang membuat sentimen negatif, dalam beberapa hari terakhir ini IHSG turun tajam. Ini terjadi aksi profit taking di pasar modal oleh pihak asing, mereka keluar dan membawa dolar. Ini semua memberikan tekanan terhadap rupiah," ujar Farial kepada detikFinance, Senin (10/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat berita soal BBM subsidi dan aksi profit taking di pasar modal, Farial mengatakan, pasar uang di dalam negeri saat ini sedang kekeringan likuiditas atau pasokan dolar AS. Sekarang banyak pihak yang membutuhkan dan menahan dolar AS.

Selain eksportir juga malah menahan pendapatannya dalam bentuk dolar AS, importir juga membutuhkan dolar AS dalam jumlah besar karena kita tahu nilai impor saat ini sangat besar.

"Lalu mereka-mereka yang mempunyai pinjaman dalam bentuk dolar juga sedang panik mengamankan dolarnya agar jumlah pinjaman tidak membengkak. Satu-satunya yang bisa memberi pasokan dolar adalah Bank Indonesia, makanya cadangan devisa turun terus," tutur Farial.

Kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini bakal terjadi bahkan hingga lebaran. Karena, waktu (timing) kenaikan harga BBM subsidi ini tidak tepat, yaitu menjelang puasa dan lebaran.

Jika harga BBM subsidi naik, yakni premium jadi Rp 6.500/liter dan solar jadi Rp 5.500/liter, akan menambah tekanan kenaikan harga menjelang puasa dan lebaran.

"Di puasa dan lebaran harga barang-barang pasti naik karena permintaan meningkat. Kemudian ditambah dengan naiknya harga BBM subsidi membuat masyarakat dipukul dari dua sisi. Ini bakal membuat inflasi melonjak dan nilai tukar akan terguncang," jelas Farial.

"Lalu ditambah dengan profit taking di pasar modal, rupiah bakal terus terpukul. Saya berharap tidak akan tembus Rp 10 ribu meskipun ada potensi ke sana," imbuh Farial.

Dia mengingatkan pemerintah, terutama Menteri Keuangan Chatib Basri untuk mengambil langkah penyelamatan nilai tukar ini. "Saya ingatkan, kalau IHSG jatuh ke bawah 4.500 maka BI dan pemerintah harus bersiap-siap," ujar Farial.

(dnl/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads