Saham produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dipindahtangankan senilai Rp 2,12 triliun. Selain ROTI, terjadi juga transaksi penjualan saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).
Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/6/2013), transaksi dilakukan oleh broker Buana Capital (RF) di pasar negosiasi. Sebanyak 637.786 lot saham ROTI dipindahtangankan melalui transaksi tutup sendiri alias crossing.
Pembelian dilakukan di harga rata-rata Rp 6.650 per lembar. Pembelian saham ini setara dengan 31,50% saham ROTI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak pembeli dalam transaksi ROTI terpantau investor asing, sedangkan pembelinya dari dalam negeri. Berbeda dengan saham FAST yang menjadi pihak pembeli sama-sama investor domestik.
Kedua transaksi itu dilakukan satu kali di pasar negosiasi. Menurut salah satu pelaku pasar, pembelian dilakukan oleh PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET).
"Kemarin (DNET) sudah listing HMETD-nya (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu)," katanya kepada detikFinance.
Sebelumnya, DNET sudah mengumumkan akan menerbitkan sekitar 14 miliar lembar saham baru dengan target raupan dana Rp 7 triliun. Dana hasil rights issue itu akan digunakan untuk mengakuisisi tiga perusahaan Grup Salim.
Rincian penggunaan dana hasil rights issue adalah sebanyak 28,55% atau setara Rp 1,9 triliun untuk membeli FAST, 30,45% atau Rp 2,1 untuk membeli ROTI dan 37,65% atau Rp 2,6 triliun untuk beli Indomarco. Selain untuk akuisisi, dana itu juga akan dipakai untuk modal kerja. (ang/dnl)











































