Dolar AS yang terus menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah memang disebabkan oleh belum pastinya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan perhatiannya dan terus mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah.
"Presiden mengikuti terus nilai tukar rupiah. (Pelemahan) Nilai tukar rupiah memang kita lihat ada dua aspek," kata Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
"Kawasan regional dan global memang ada tekanan terhadap nilai tukar. Itu sedikit banyak berdampak pada nilai rupiah kita," imbuh Firmanzah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Firmanzah mengatakan, SBY terus memonitor dan melakukan evaluasi sambi berkoordinasi dengan Gubernur BI Agus Martowardojo.
"Presiden monitoring, evaluasi dan pengawasan pergerakan nilai tukar rupiah terus dilakukan," tutup Firmanzah. (dru/dnl)











































