Komisaris Utama BTEL Anindya Bakrie mengaku, walaupun perseroan masih mencatat kerugian, namun kerugiannya menurun. Lalu, apa penyebab kerugian yang terus-menerus dialami perseroan?
"Kita masih rugi tapi rugi kita turun dari tahun lalu. Ini bisnis telekom yang padat modal jadi lawannya utang dan emorisasi," kata Anin usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sama sekali belum pernah tidak membayar bunga, untuk utang obligasi rupiah kita sudah bayar Rp 650 miliar, surat utang seluruhnya dibayar bahkan lebih cepat ini dibayar. Pembayarannya dari injeksi modal dari pemegang saham Rp 650 miliar. Bukan hanya mampu membayar utang namun kinerja bertambah," akunya.
Selain itu, dia menyebutkan, perseroan juga telah melakukan penyicilan pembayaran utang bunga obligasi dolar senilai US$ 380 juta yang akan jatuh tempo pada 2015 mendatang.
"Utang dolar kita US$ 380 juta jatuh tempo 2015. Setiap 6 bulan sekali kita bayar bunganya. Bulan kemarin, kita bisa bayar, sekali bayar bunga US$ 22 juta per 6 bulan," terangnya.
Untuk itu, perseroan akan terus melakukan pembenahan terhadap kinerja perseroan di masa-masa yang akan datang baik dalam organisasi maupun perusahaan.
"Kita lakukan pembenahan di sana-sini baik di organisasi maupun perusahaan, kita pengeluaran untuk biaya operasional dan SDM, dan lain-lain," ujarnya.
(ang/ang)











































