Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah di Istana Negara, Selasa (11/6/2013).
"Hari ini dicoba ditahan di Rp 9.800 agar tidak sampai menembus Rp 10.000/US$ seperti kemarin," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya paling tidak kan investor akan ada kepastian kebijakan kita untuk mengurangi defisit fiskal kita dan neraca perdagangan kita yang banyak disumbang dari impor BBM. Terus kita monitor," tuturnya.
"Kita sih berharap rupiah berada dalam rentang aman, Rp 9.500 sampai Rp 9.800. Kalo terlalu naik tak terlalu bagus untuk ekspor kita, kalau terlalu drop tidak baik untuk impor kita," imbuh Mantan Dekan FEUI ini.
(dru/dnl)











































