"Supaya menahan dolar. dan membantu penguatan rupiah. Pemilik uang yang besar termasuk dana-dana pensiun BUMN supaya membeli saham blue chip, karena harganya sedang turun dan nanti akan naik lagi," kata Dahlan di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/6/2013).
"Nah terserah sampai naiknya berapa, kalau nanti itu menguat, pekan depan kan bisa jual. Hukum ekonominya begitu," tambah Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan meminta para BUMN tersebut menyiapkan dana untuk melakukan pembelian kembali alias buyback sahamnya masing-masing di harga murah. Dalam beberapa tahun, sahamnya kembali naik dan memberikan keuntungan yang signifikan.
Cara ini terbukti efektif karena BUMN bisa berinvestasi di harga murah memakai dana cadangan yang sudah dianggarkan perusahaan sebelumnya.
"Mumpung harga saham turun, saham-saham blue chip dari BUMN itu supaya dibeli oleh BUMN," ujar Dahlan.
Ia juga memberikan arahan kepada para direksi BUMN supaya bisa fokus membantu penguatan mata uang Garuda terhadap uang Paman Sam.
"Dolar di-manage yang lebih baik untuk membantu penguatan rupiah, itu pertama di Pertamina yang impornya terlalu besar. Impor BBM. Kemudian perusahaan perkebunan itu ekspornya banyak," jelasnya.
(ang/dnl)











































