Asing Belum Berhenti Lepas Saham, IHSG Jatuh 90 Poin

Asing Belum Berhenti Lepas Saham, IHSG Jatuh 90 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 13 Jun 2013 16:20 WIB
Asing Belum Berhenti Lepas Saham, IHSG Jatuh 90 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 90 poin terkena derasnya tekanan jual yang dilakukan investor asing. Tak satu pun indeks sektoral yang berhasil keluar dari zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.855 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.955 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terjun 99,843 poin (2,13%) ke level 4.598,041 terseret sentimen negatif dari pasar global dan regional. Aksi jual kembali dilakukan investor asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu perdagangan dibuka indeks langsung terjerembab di zona merah, hingga menyentuh posisi terendahnya di level 4.568,117. Tekanan jual masih tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 79,898 poin (1,70%) ke level 4.617,986. Indeks masih terjebak di zona merah gara-gara tekanan jual asing yang cukup tinggi.

Tak satupun sektor yang selamat dari gempuran investor asing, seluruh indeks sektoral di lantai bursa kena koreksi. Rata-rata koreksinya lebih dari dua persen.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (13/6/2013), IHSG ditutup amblas 90,221 poin (1,92%) ke level 4.607,663. Sementara Indeks LQ45 ditutup menukik 18,032 poin (2,32%) ke level 759,495.

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan alias BI Rate ke level 6%. Hal ini dilakukan dalam antisipasi melemahnya mata uang Garuda terhadap uang Paman Sam.

Saham-saham unggulan berbasis konsumer jadi target aksi jual paling banyak, begitu juga saham-saham lapis dua di sektor aneka industri. Beberapa investor domestik ada yang lakukan aksi beli.

Asing kembali mendominasi aksi jual. Transaksi pemodal asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,358 triliun di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 198.869 kali pada volume 7,005 miliar lembar saham senilai Rp 11,13 triliun. Sebanyak 75 saham naik, sisanya 218 saham turun, dan 54 saham stagnan.

Seluruh pasar saham di Asia sama sekali tidak menyentuh zona hijau hingga penutupan perdagangan hari ini. Pasar saham Jepang terjun bebas lebih dari enam persen setelah nilai tukar yen menguat tinggi terhadap dolar AS.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 62,54 poin (2,83%) ke level 2.148,35.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 467,62 poin (2,19%) ke level 20.887,04.  
  • Indeks Nikkei 225 terjun bebas 843,94 poin (6,35%) ke level 12.445,38.  
  • Indeks Straits Times turun 27,23 poin (0,86%) ke level 3.126,25.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 53.000 ke Rp 318.000, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.500 ke Rp 9.800, Gowa Makassar (GWTD) naik Rp 1.450 ke Rp 8.700, dan Indocement (INTP) naik Rp 1.000 ke Rp 22.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 345.000, Unilever (UNVR) turun Rp 1.650 ke Rp 27.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.450 ke Rp 47.500, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 650 ke Rp 8.100.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads