Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 115,268 poin (2,48%) ke level 4.721,931. Bahkan, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG juga meroket 138,208 poin (3,00%) ke level 4.745,871.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) Ito Warsito mengatakan, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi sentimen positif pergerakan bursa saham Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merosotnya pergerakan IHSG belakangan ini hingga sampai level 4.600 dinilai Ito lebih dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Investor sangat menantikan kepastian penyesuaian harga subsidi BBM, jadi pemerintah harus cepat mengambil keputusan ini. Selain itu, juga akibat dari defisit neraca perdagangan Indonesia," kata Ito.
Dia juga mengatakan, melemahnya IHSG juga dibarengi dengan anjloknya bursa regional terutama Thailand dan Filipina yang terperosok jatuh di atas bursa saham Indonesia dengan masing-masing 4,5% dan 4,9%.
"Kalau bursa regional kan lebih dipengaruhi oleh kebijakan The Fed yang menghentikan Quantitative Easing. Pengumuman the fed yang akan menurunkan nilai stimulus QE," terangnya.
(dru/dru)











































