Mitra Adiperkasa Tawarkan Saham Rp 675-Rp 975
Rabu, 20 Okt 2004 10:43 WIB
Jakarta - Perusahaan ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk yang mengelola Sogo Departement Store, Lotus Departement Store dan Starbucks Coffee melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) sebanyak 500 juta saham biasa atau setara dengan 30,1 persen jumlah saham perseroan.Saham ini memiliki nominal Rp 500 dengan harga penawaran Rp 675 sampai Rp 975 per saham. Saham itu akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 10 November 2004 dengan masa panawaran 2 sampai 4 November 2004 yang sebelumnya dilakukan masa penawaran awal (book building) tanggal 20-26 Oktober 2004."Harga saham Mitra Adiperkasa ditawarkan dikisaran Rp 675 sampai Rp 975 per saham," kata Direktur Mandiri Sekuritas Stephanus Turangan disela-se acara due dilligence team dan paparan publik PT Mitra Adiperkasa yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (20/10/2004).Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi yang menjamin dengan full commitment terhadap penawaraan saham perseroan. Sedangkan Direktur Mitra Adiperksa Indrawana Widjaja mengatakan dana dari hasil penawaran umum perdana ini sebesar 50 persen untuk ekspansi usaha perusahaan dan anak perusahaan. Rencana perluasan yang akan dilakukan perseroan meliputi antara lain pembukaan gerai baru perseroan seperti PT Benua Hamparan Luas, PT Jasa Retailindo, PT Kinokunia Bukindo, PT Mitra Gaya Indah, PT Mitra Selaras Sempurna, PT Panen Boga Lestari, PT Panen Lestari Internusa dan PT Sari Coffee Indonesia dengan konsep yang sudah ada maupun konsep baru yang direncakanan akan dibuka pada tahun 2005 selain untuk melakukan renovasi gerasi yang sudah ada serta perluasan fasilitas produksi PT Mitra Garindo Perkasa.Sebesar 30 persen untuk melunasi sebagian utang perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak ketiga yang meliputi utang kredit modal kerja kepada Bank Mandiri sebesar Rp 169,3 miliar yang akan jatuh tempo 13 Februari 2005, utang kedit modal kerja kepada Bank Niaga sebesar Rp 25 miliar yang akan jatuh tempo 24 Juni 2005, utang wesel bayar kepada PT Equity Development Securities sebesar Rp Rp 40,7 miliar dan PT Reksadana Prima Rp 36 miliar, utang sewa guna usaha kepada PT Equity Development Finance Rp 6,5 miliar dan utang kredit modal kerja kepada East Asia Americas Capital Finance Limited Hongkong Rp 41 miliar. Serta sebesar 20 persen untuk peningkatan infrastruktur dan modal kerja perusahaan.Menurut Indrawana jaringan ritel Mitra Adiperkasa telah mengoperasikan lebih dari 450 gerai dengan luas lebih dari 200.000 meter persegi pada lokasi ritel yang berada di lebih 20 kota besar seluruh Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 7.500 pekerja.Kinerja perseroan per April 2004 mencatat penjualan Rp 656,887 miliar dengan laba bersih Rp 12,301 miliar. Sedangkan periode satu tahun 2003 mencatat penjualan bersih Rp 2,014 triliun dengan laba bersih Rp 74,171 miliar. Hingga akhir tahun 2004 pendapatan diperkirakan mencapai Rp 2,262 triliun dengan laba bersih Rp 102,4 miliar.Nantinya setelah IPO pemegang saham Mitra Adiperkasa adalah PT Satya Mulia Gema Gemilang 63,8 persen yang sebelum IPO memiliki saham 91,3 persen, PT MAP Premier Indonesia sebesar 6,1 persen yang sebelum IPO memiliki saham 8,7 persen serta publik nantinya sebesar 30,1 persen.
(san/)











































