Cemaskan Susunan Kabinet, Indeks Saham Turun
Rabu, 20 Okt 2004 12:13 WIB
Jakarta - Pelantikan presiden terpilih SBY tidak mampu membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke wilayah positif. Indeks pada sesi satu justru turun 9,367 poin pada level 844,026. Turunnya indeks karena pasar masih cemas akan nama-nama calon menteri yang tidak sesuai harapan pasar.Indeks LQ-45 turun 2,344 poin pada level 183,591, JII turun 2,052 poin pada level 138,259, MBX turun 1,991 poin pada level 220,720, dan DBX turun 2,811 poin pada level 202,376.Perdagangan di pasar reguler relatif sepi dengan transaksi yang terjadi hanya sebanyak 7.801 kali pada volume 1.475.008 lot saham senilai Rp 437,141 miliar. Hanya 12 saham naik, 90 saham turun dan 276 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser diantaranya: Internasional Nikel turun Rp 150 menjadi Rp 10.450, Medco turun Rp 75 menjadi Rp 1.800, Indosat turun Rp 50 menjadi Rp 4.350, Telkom turun Rp 50 menjadi Rp 4.350, Bank Danamon turun Rp 100 menjadi Rp 3.550 dan Astra Internasional turun Rp 50 menjadi Rp 7.850.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer diantaranya: Hexindo Adiperkasa naik Rp 75 menjadi Rp 1.925, Bank Permata naik Rp 25 menjadi Rp 1.000, Komatsu Indonesia naik Rp 25 menjadi Rp 2.225.Menurut para pelaku pasar turunnya indeks pada sesi satu ini karena investor masih cemas terhadap nama-nama menteri yang akan duduk dalam kabinet SBY. Pasalnya sejumlah nama direspon negatif karena tidak sesuai harapan.Kecemasan nama-nama menteri ini mendominasi sentinem negatif ketimbang sentimen positif pelantikan SBY menjadi presiden. Pasalnya pasar sudah melakukan antisipasi terpilihnya SBY jauh-jauh hari. Sedangkan saat ini pasar terkonsentrasi pada nama-nama kabinet SBY.
(san/)











































