Indeks Saham Turun 12,602 Poin

Tunggu Pengumuman Kabinet

Indeks Saham Turun 12,602 Poin

- detikFinance
Rabu, 20 Okt 2004 16:18 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (20/10/2004) turun 12,602 poin pada level 840,791. Investor melakukan aksi profit taking karena menunggu pengumuman kabinet SBY. Indeks LQ-45 turun 3,134 poin pada level 182,801, JII turun 2,285 poin pada level 138,026, MBX turun 2,917 poin pada level 219,794 dan DBX turun 3,488 poin pada level 201,699.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi 18.120 kali pada volume 3.117.309 lot saham senilai Rp 1,259 triliun. Sebanyak 17 saham naik, 132 saham turun dan 229 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di jajaran top losser diantaranya: Gudang Garam turun Rp 300 menjadi Rp 12.500, Internasional Nikel turun Rp 300 menjadi Rp 10.300, Bank Danamon turun Rp 125 menjadi Rp 3.525, HM Sampoerna turun Rp 100 menjadi Rp 5.800, Medco turun Rp 100 menjadi Rp 1.775, Telkom turun Rp 75 menjadi Rp 4.325, Indosat turun Rp 75 menjadi Rp 4.325.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainers diantaranya: Hexindo Adiperkasa naik Rp 200 menjadi Rp 2.050, BFI Finance naik Rp 25 menjadi Rp 1.050, Mitra Rajasa naik Rp 5 menjadi Rp 190 dan Bahtera Adimina Samudera naik Rp 5 menjadi Rp 170.Menurut Budi Ruseno dari Bhakti Capital penurunan indeks dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal seperti melemahnya bursa regional dan global seperti New York, Nasdaq, Tokyo, Hongkong dan Singapura.Sedangkan faktor internal, investor menunggu pengumuman kabinet SBY yakni siapa yang akan duduk didalamnya. Menurut Budi, turunnya indeks pada pelantikan presiden SBY karena kemenangan SBY sudah diantisipasi jauh-jauh hari oleh investor dimana saat ini justru yang ditunggu adalah nama-nama kabinetnya.Jika pengumuman kabinet malam ini sesuai harapan pasar maka kemungkinan IHSG pada perdagangan besok akan bergerak positif walupun bersifat sementara karena investor masih terus menunggu 100 hari pertama kebijakan SBY yang dilakukan oleh menteri kabinetnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads