Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 11,732 poin (0,24%) ke level 4.852,184 didorong penguatan pasar global. Investor cenderung lakukan aksi tunggu menunggu hasil pertemuan The Federal Reserve soal kebijakan stimulus.
Aksi beli selektif kembali terjadi, kebanyakan dilakukan oleh investor domestik. Indeks pun langsung menembus posisi tertingginya hari ini di level 4.880,401.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung menekan IHSG sehingga sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di level 4.816,962. Aksi ambil untung dilakukan oleh investor asing.
Tujuh sektor melemah akibat aksi ambil untung. Hanya tiga sektor yang masih menguat, yaitu sektor konsumer, infrastruktur dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 98.373 kali pada volume 7,971 miliar lembar saham senilai Rp 4,865 triliun. Sebanyak 92 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Jelang berakhirnya pertemuan The Federal Reserve pelaku pasar regional mengantisipasi dengan melepas saham. Hanya bursa Jepang yang naik tinggi merespons melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 28,65 poin (1,33%) ke level 2.130,65. Â
- Indeks Hang Seng jatuh 258,99 poin (1,22%) ke level 20.966,89. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 185,14 poin (1,42%) ke level 13.192,42. Â
- Indeks Straits Times turun 12,97 poin (0,40%) ke level 3.216,58. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.500 ke Rp 8.000, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.300, Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 11.700, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 250 ke Rp 8.150.
(ang/dnl)











































