Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 176 poin menyusul tingginya tekanan jual sejak pembukaan perdagangan. Investor asing melakukan transaksi jual bersih dengan nilai lebih dari satu triliun.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 9.990 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.905 per dolar AS.
Membuka perdagangan, IHSG terjun 93,650 poin (1,95%) ke level 4.713,006 terkena sentimen negatif dari Wall Street yang juga anjlok cukup dalam. Program stimulus The Fed yang akan mulai dikurangi tahun ini jadi pemicu aksi jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 141,412 poin (2,94%) ke level 4.665,244 menyusul maraknya aksi jual yang dilakukan investor asing. Indeks pun langsung jatuh ke level 4.600-an.
Investor asing berlomba-lomba jual saham merespons sentimen negatif yang beredar. Investor domestik juga ketularan dan ikut-ikutan melepas saham.
Menutup perdagangan, Kamis (20/6/2013), IHSG terjungkal 176,662 poin (3,68%) ke level 4.629,994. Sementara Indeks LQ45 jatuh 35,288 poin (4,43%) ke level 760,604.
Saham-saham unggulan dengan kapitalisasi pasar yang gemuk jadi sasaran aksi jual, membuat IHSG kehilangan poin sangat tinggi. Meski demikian, masih ada satu sektor industri yang bisa menguat, yaitu sektor agrikultur.
Investor asing mendominasi perdagangan hari ini. Transaksi pemodal asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,25 triliun di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 182.201 kali pada volume 4,6 miliar lembar saham senilai Rp 6,787 triliun. Sebanyak 47 saham naik, sisanya 246 saham turun, dan 50 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak melemah di zona merah. Koreksi yang terjadi cukup dalam, rata-rata lebih dari dua persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 59,43 poin (2,77%) ke level 2.084,02. Â
- Indeks Hang Seng jatuh 604,02 poin (2,88%) ke level 20.382,87. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 230,64 poin (1,74%) ke level 13.014,58. Â
- Indeks Straits Times amblas 76,63 poin (2,38%) ke level 3.137,16. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 12.700, Surya Toto (TOTO) naik Rp 300 ke Rp 7.800, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 200 ke Rp 5.150, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 17.950.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.000 ke Rp 80.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.000 ke Rp 48.550, Mayora (MYOR) turun Rp 1.500 ke Rp 30.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 1.450 ke Rp 27.550.











































