Menutup perdagangan, Kamis (20/6/2013), IHSG terjungkal 176,662 poin (3,68%) ke level 4.629,994. Sementara Indeks LQ45 jatuh 35,288 poin (4,43%) ke level 760,604.
Kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi china seta kemungkinan berakhir stimulus oleh The Federal Reserve membuat Wall Street jatuh cukup dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali terkoreksi merespons pelemahan bursa-bursa utama di dunia. Aksi beli asing diprediksi masih akan marak.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 278,17 poin (2,14%) ke level 12.736,41. Β
- Indeks KOSPI anjlok 38,43 poin (2,08%) ke level 1.812,06. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup kembali melemah signifikan. Penurunan indeks didorong oleh aksi jual investor asing yang cukup besar kemarin. Kami melihat pasar juga bereaksi negatif menyusul pernyataan The Fed bahwa risiko terhadap outlook ekonomi dan pasar tenaga kerja telah berkurang. The Fed akan terus memantau perkembangan ekonomi dan tenaga kerja dan selalu siap untuk mengurangi atau menambah pembelian surat utang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Sedangkan suku bunga masih akan di jaga pada level 0-0,25% selama inflasi dibawah 2,5% dan pengangguran di atas 7,5%. Konsensus Bloomberg mengungkapkan The Fed kemungkinan akan memperlambat pembelian surat utang pada meeting 29-30 Okt menjadi USD65M/bulan. Hal ini akan memicu pelemahan bursa global. Kami memproyeksikan IHSG masih akan bergerak melemah meski tekanan jual tidak sebesar kemarin. Kisaran support-resistance hari ini 4.570-4.650.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -176.66 poin (-3.68%) ke 4,629.99 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.9 juta lot atau setara dengan Rp6.4 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.16%), sektor basic-industries (-3.12%), sektor construction and property (-4.16%), sektor consumer goods (-3.94%), sektor finance (-5.34%), sektor infrastructure (-3.36%), sektor mining (-1.60%), sektor misc-industries (-2.84%), dan sektor trade (-2.93%).
Tercatat sebanyak 47 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 50 saham tidak mengalami perubahan dan 133 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. PTBA (+4.96%), MPPA (+5.04%), LSIP (+7.02%), SIMP (+5.43%), dan UNTR (+0.84%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-6.91%), BBRI (-7.50%), BBCA (-5.03%), UNVR (-5.00%), dan ASII (-3.65%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp1,192 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, dan BBCA. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,982 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan gap down candlestick, hal ini mengindikasikan adanya tekanan bearish yang cukup besar. Untuk hari ini diperkirakan IHSG masih akan melemah di mana hal ini terlihat dari indikator MACD dan Moving average yang menghasilkan sinyal bearish serta indikator stochastic yang menghasilkan sinyal dead cross. Dengan support 4,550 dan resistance 4,750. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: LSIP, PTPP, SMGR.
(ang/ang)











































