Mengawali perdagangan akhir pekan, IHSG dibuka terjun 119,806 poin (2,37%) ke level 4.520,188 setelah muncul kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Aksi jual marak terjadi di seluruh pasar saham regional.
Saking maraknya aksi jual yang terjadi sejak pembukaan perdagangan, seluruh indeks sektoral pun 'kebakaran' dengan koreksi sangat dalam, rata-rata lebih dari dua persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat menyentuh posisi terendahnya hari ini di level 4.474,963. Aksi jual banyak dilakukan oleh investor asing yang dibuntuti oleh para pelaku pasar domestik.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 95.306 kali pada volume 3,624 miliar lembar saham senilai Rp 4,104 triliun. Sebanyak 18 saham naik, sisanya 258 saham turun, dan 43 saham stagnan.
Koreksi yang terjadi di bursa-bursa Asia mulai melambat siang ini, sekarang rata-rata sudah di bawah satu persen. Bursa saham Singapura yang jatuhnya paling dangkal.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 19,21 poin (0,92%) ke level 2.064,81.
- Indeks Hang Seng anjlok 298,07 poin (1,46%) ke level 20.084,80.
- Indeks Nikkei 225 melemah 108,16 poin (0,83%) ke level 12.906,42.
- Indeks Straits Times berkurang 21,46 poin (0,68%) ke level 3.111,80.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 270 ke Rp 1.470, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 100 ke Rp 6.100, Siantar Top (STTP) naik Rp 90 ke Rp 1.600, dan Plychem (ADMG) naik Rp 40 ke Rp 320.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 79.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 47.550, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 26.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 18.150.
(ang/dru)










































