Pangkas Harga IPO, Perusahaan Sandiaga Uno Hanya Bisa Raup Rp 1,6 Triliun

Pangkas Harga IPO, Perusahaan Sandiaga Uno Hanya Bisa Raup Rp 1,6 Triliun

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 08:10 WIB
Pangkas Harga IPO, Perusahaan Sandiaga Uno Hanya Bisa Raup Rp 1,6 Triliun
Jakarta - Perusahaan investasi milik taipan lokal Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk menurunkan harga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp 5.500-5.600.

Demikian seperti dikutip detikFinance dari Reuters, Senin (24/6/2013). Awalnya, perusahaan yang juga milik keluarga Soeryadjaya ini menawarkan harga IPO di rentang Rp 6.100- 7.800 per saham. Posisi harga tawar yang tinggi itu mencerminkan kepercayaan yang besar dari keluarga Soeryadjaya bahwa investor akan membeli saham miliknya.

Menurut prospektus perseroan, melalui IPO ini pihaknya berharap bisa meningkatkan modal sebesar US$ 395 juta. Awal bulan ini, perseroan telah mengajukan untuk memangkas setengah dari target perolehan dana IPO sebesar US$ 395 juta. Hal itu dilakukan karena adanya kekhawatiran tentang tingginya valuasi harga saham perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Target itu terpaksa dipangkas dari semula menawarkan saham IPO sebesar 15% menjadi 10% dari modal disetor. Dengan demikian, akibat pemangkasan harga dan porsi itu, maka jumlah dana yang bisa diraup perseroan pun berkurang.

Sebelumnya, Saratoga Investama Sedaya menawarkan harga IPO) di kisaran harga Rp 6.100-7.800 per saham. Dana yang bisa diraih dari penjualan 15% saham atau setara 430,88 juta itu mencapai maksimal Rp 3,36 triliun.

Setelah dikurangi menjadi hanya 10% saja, maka total saham yang akan dilepas menjadi hanya 287,25 juta lembar saja. Sehingga total dana yang maksimal bisa diraih Saratoga sebanyak Rp 1,6 triliun saja.

Perseroan akan melakukan penawaran perdana saham dengan melepas 430,88 juta saham ke publik atau setara 15% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100.

Dalam penawaran perdana saham ini, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 21,54 juta saham atau sebesar-besarnya 5% dari jumlah saham yang ditawarkan.

Selain itu, perseroan juga menawarkan program opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya 59,06 juta saham.

Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan untuk melunasi utang ke PT Saratoga Sentra Business sekitar US$ 50 juta atau Rp 483,5 miliar. Sisa dana hasil penawaran perdana saham digunakan untuk melunasi utang seiring akuisisi saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk sebesar Rp 359,4 miliar, dan untuk mendanai kegiatan investasi terutama dalam tiga sektor investasi kunci yaitu sumber daya alam, infrastruktur, dan produk jasa layanan konsumen.

Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Deutsche Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT UBS Securities Indonesia. Apabila terjadi kelebihan pemesanan saham maka pemegang saham penjual memberikan opsi kepada UBS AG cabang Hong Kong sebagai manajer stabilitasi.

Penjamin pelaksana emisi efek dan para penjamin emisi efek melakukan penjatahan dengan melakukan penjatahan lebih sampai 64,63 juta saham. Saham Saratoga akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 2013.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads