Kondisi Pasar Suram, Bank Muamalat Tunda IPO

Kondisi Pasar Suram, Bank Muamalat Tunda IPO

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 08:36 WIB
Kondisi Pasar Suram, Bank Muamalat Tunda IPO
Jakarta - Bank Syariah terkemuka di Indonesia, PT Bank Muamalat Tbk menunda rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Penundaan tersebut dilakukan karena kondisi pasar saham yang terus menurun akhir-akhir ini.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (24/6/2013), Bank Muamalat sebelumnya telah menunjuk Credit Suisse dan Deutsche Bank sebagai penasihat dalam IPO yang bisa meraup perolehan dana sebesar lebih dari US$ 177 juta ini. Perseroan sebelumnya sudah menggelar roadshow untuk menjaring investor.

Bank Muamalat menawarkan IPO di kisaran Rp 625- 975 per saham. Perseroan akan melakukan secondary public offering melalui Penawaran Umum Pemegang Saham dengan melepas 407.090.795 lembar saham lama seri B dengan nominal Rp 100.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersamaan dengan pelaksanaan Secondary Public Offering, perseroan juga sedang dalam proses untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas V kepada pemegang saham sejumlah 3.249.136.013 saham seri B baru dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Setiap pemegang saham 91 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 3 Juli 2013 pukul 16.00 WIB mempunyai 40 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan kisaran harga pelaksanaan Rp 625-975 per saham.

Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Perkiraan tanggal penentuan daftar pemegang saham yang berhak didahulukan dalam penjatahan adalah 26 Juni 2013, sementara perkiraan tanggal penjatahan adalah 3 Juli 2013.

Perseroan menjadwalkan tanggal distribusi saham secara elektronik oleh KSEI, tanggal pengembalian uang pemesanan, dan tanggal pencatatan di BEI ketiganya pada 5 Juli 2013.

Sebelumnya, Bank Muamalat sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka namun belum mencatatkan sahamnya di BEI. Setelah IPO nanti, kepemilikan saham Bank Muamalat di publik sebesar 24,58%.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads