Saham Perdana Acset Indonusa Cuma Naik Tipis 4% ke Rp 2.600

Saham Perdana Acset Indonusa Cuma Naik Tipis 4% ke Rp 2.600

- detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 09:12 WIB
Saham Perdana Acset Indonusa Cuma Naik Tipis 4% ke Rp 2.600
Jakarta - Saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dalam perdagangan perdananya dibuka naik ke level Rp 2.600 dari harga perdana saham perseroan atau Initial Public Offering (IPO) di level Rp 2.500 per saham.

Saham ACST sempat menyentuh level terendah Rp 2500 dan tertingginya di angka Rp 2600. Saham perusahaan jasa konstruksi tersebut ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 50 kali dengan total volume 1000 lot dan nilai transaksi sebanyak Rp 2 miliar.

"Tujuan IPO adalah untuk achieve greater transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas serta untuk mendapatkan dana dari pasar modal," kata Direktur Utama Acset Indonusa Tan Tiam Seng Ronnie saat listing perdananya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (24/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah saham yang ditawarkan Acset sebesar 150 juta saham atau 30% dari jumlah modal yang disetorkan penuh setelah masa penawaran umum.

Jumlah tersebut antara lain 100 juta saham merupakan saham baru dan 50 juta saham biasa dengan masing-masing atas nama milik PT Loka Cipta Kreasi sebesar 25 juta saham dan PT Cross Plus Indonesia sebesar 25 juta saham sebagai pemegang saham.

Selain itu, perseroan melakukan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% atau 15 juta saham dari jumlah saham yang ditawarkan.

Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan antara lain untuk modal kerja sekitar 57,5%, sekitar 30% untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank International Indonesia Tbk (BII), dan sekitar 12,50% untuk belanja modal.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini merupakan emiten ke-14 yang melantai di bursa tahun ini setelah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).

Sebagai informasi, Acset merupakan perusahaan jasa konstruksi yang dapat diklasifikasi menjadi dua segmen usaha yaitu kontrak jasa konstruksi dan kontrak pondasi.

Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan laba komprehensif naik menjadi Rp 53 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp 36 miliar. Pendapatan perseroan juga naik mencapai Rp 670 miliar yang berasal 77% dari kontrak jasa konstruksi dan 23% dari kontrak pondasi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads