Saham IPO PT Acset Indonusa Tbk (ACST) paling banyak diserap oleh investor domestik, yaitu sebanyak 95%. Kondisi volatilitas pasar modal Indonesia ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap minat beli investor terhadap saham jasa konstruksi seperti ACST ini.
Menurut Direktur Utama PT Kim Eng Securities Harry Supoyo, selaku penjamin pelaksana emisi perseroan, tingginya minat investor domestik merupakan bukti jika investor masih menaruh kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
"Serapannya asing hanya 5%, domestik 95%, ini sebagai tanda kepercayaan domestik terhadap Acset dan pasar modal Indonesia," kata Harry saat konferensi pers perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (24/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita oversubscribes di atas 6 kali," katanya.
Saham Acset dalam perdagangan perdananya dibuka naik ke level Rp 2.600 dari harga perdana saham perseroan atau Initial Public Offering (IPO) di level Rp 2.500 per saham.
Acset merupakan perusahaan jasa konstruksi yang dapat diklasifikasi menjadi dua segmen usaha yaitu kontrak jasa konstruksi dan kontrak pondasi.
Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan laba komprehensif naik menjadi Rp 53 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp 36 miliar. Pendapatan perseroan juga naik mencapai Rp 670 miliar yang berasal 77% dari kontrak jasa konstruksi dan 23% dari kontrak pondasi.
Tahun ini, perseroan menargetkan bisa menaikkan laba bersih perseroan menjadi Rp 90 miliar.
(ang/ang)











































