Laba tahun lalu tersebut naik 13,61% dari Rp 16,619 miliar di tahun 2011. Laba usaha juga naik 91,3% menjadi Rp 61,335 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 32,052 miliar.
Kenaikan laba perseroan juga diikuti naiknya penjualan bersih perseroan sepanjang tahun 2012 sebesar Rp 1,07 triliun atau naik 18,94% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 900,355 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan baja lapis di Indonesia diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan permintaan dipicu oleh ekspansi dalam industri yang sangat membutuhkan baja lapis sebagai bahan baku atau penolong di sektor konstruksi, otomotif, dan manufaktur," kata Direktur Utama Handaya Susanto saat public expose perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Usaha meningkatkan efisiensi biaya produksi dalam tahun 2012 juga menghasilkan peningkatan laba kotor menjadi Rp 70,555 miliar di tahun 2012 dari Rp 40,265 miliar di tahun sebelumnya termasuk peningkatan rasio laba kotor terhadap penjualan bersih dari 4,5% di tahun 2011 menjadi 6,6% di tahun 2012.
Total aset perusahaan mengalami peningkatan sebesar 21,8% dari Rp 673,613 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 820,451 miliar di tahun 2012.
(ang/ang)











































