Di pasar perdagangan Tokyo, dolar AS telah mencapai 98,41 yen dari sebelumnya yang berada di posisi 97,87 Yen akhir pekan lalu.
"Di balik terangkatnya dolar AS adalah karena masuknya arus modal dari negara berkembang. Investor bergerak melindungi keuntungannya karena kebijakan The Fed tersebut," demikian penjelasan sebuah bank investasi asal Prancis, Credit Agricole seperti dikutip AFP, Senin (24/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu nilai tukar Euro juga terlihat melemah terhadap dolar. Dolar per Euro bergerak dari US$ 1,3122 menjadi US$ 1,3105.
Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke mengatakan Federal Open Market Committee (FOMC) memperkirakan perekonomian AS akan cukup kuat setelah menghentikan program stimulusnya di pertengahan 2014.
Sehingga, sampai program stimulus dihentikan maka dolar AS akan terus membanjiri pasar.
Nilai tukar dolar masih bergerak bervariasi di Asia Pasifik. Diantaranya melemah terhadap baht Thailand ke 31,11 dari 31,23 baht pada akhir pekan lalu.
Kemudian terhadap rupee India dari 59,68 rupee menjadi 59,66 rupee. Untuk peso Filipina dari 43,71 peso dari 43,97 peso. Dan rupiah Indonesia dari 10.038 ke 9.934/US$.
Sedangkan untuk dolar Singapur, dolar AS lebih menguat dari SGD 1,2754 ke SGD 1,2764. Untuk won Korea Selatan dari 1,155.89 ke 1,157.45.
(dru/dnl)











































