Dolar AS terus perkasa, hari ini sempat menembus Rp 10.000. Pengusaha pun menyatakan harga produk-produk makanan dan minuman naik akibat dolar makin mahal. Namun pemerintah meminta seluruh masyarakat tak panik dengan pelemahan rupiah ini.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, dolar menekan beberapa mata uang di dunia karena kebijakan bank sentral AS yaitu The Fed.
"Tak hanya rupiah, tapi pasar saham dan seluruh pasar uang. Pemerintah dengan BI (Bank Indonesia) telah melakukan langkah kombinasi juga telah berkoordinasi dengan FSSK (Forum Stabilitas Sektor Keuangan). Tapi memang tekanan terhadap rupiah masih akan terjadi. Jadi jangan terlalu panik dengan rupiah yang melemah," kata Chatib di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Snein (24/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi dulu pemerintah berjanji apabila harga BBM subsidi naik, maka rupiah akan menguat? Chatib menjawab, tekanan rupiah sekarang lebih karena kebijakan bank sentral AS.
Dikutip dari Reuters, hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka pada level Rp 9.900-an pagi tadi. Kemudian sempat mencapai level terendahnya yakni di Rp 10.100 per dolar AS.
Dolar AS di awal pekan ini kian perkasa diantara nilai tukar di kawasan Asia lainnya. Hal tersebut dipicu oleh keinginan bank sentral AS (The Fed) yang berencana menggelontorkan stimulus secara besar-besaran.
Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke mengatakan Federal Open Market Committee (FOMC) memperkirakan perekonomian AS akan cukup kuat setelah menghentikan program stimulusnya di pertengahan 2014.
Sehingga, sampai program stimulus dihentikan maka dolar AS akan terus membanjiri pasar.
(/)











































