Banyak saham terkena koreksi di awal perdagangan gara-gara sentimen dari China tersebut, namun menjelang penutupan perdagangan koreksi tersebut bisa berkurang berkat imbal hasil obligasi AS yang mengecil.
Analis Rockwell Global Capital, Peter Cardillo, menyatakan The Federal Reserve diperkirakan tidak akan mencabut kebijakan stimulusnya dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham industri terkena koreksi cukup dalam, seperti Alcoa (-2,4%) dan Boeing (-2,1%). Begitu juga dengan saham-saham finansial seperti Bank of America (-3,1%) dan JPMorgan Chase (-2,0%).
Saham Apple ikutan anjlok (-2,7%) ke level US$ 402,34 setelah sempat jatuh di bawah US$ 400 gara-gara prediksi produksi ponselnya akan berkurang tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 139,84 poin (0,94%) ke level 14.659,56. Indeks 500 anjlok 19,34 poin (1,21%) ke level 1.573,09, sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 36,49 poin (1,09%) ke level 3.320,76.
(ang/ang)











































