Banyak Sentimen Negatif, IHSG Diprediksi Jatuh Lagi

Rekomendasi Saham

Banyak Sentimen Negatif, IHSG Diprediksi Jatuh Lagi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 25 Jun 2013 08:33 WIB
Banyak Sentimen Negatif, IHSG Diprediksi Jatuh Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 85 poin terkena tekanan jual yang tinggi. Koreksi indeks terjadi seiring dengan jatuhnya bursa-bursa di Asia.

Menutup perdagangan, Senin (24/6/2013), IHSG anjlok 85,912 poin (1,90%) ke level 4.429,460. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,016 poin (1,63%) ke level 724,27.

Semalam, Wall Street berakhir terkoreksi cukup tajam atas kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi China. Perdagangan bergerak fluktuatif dengan rentang yang cukup lebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 139,84 poin (0,94%) ke level 14.659,56. Indeks 500 anjlok 19,34 poin (1,21%) ke level 1.573,09, sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 36,49 poin (1,09%) ke level 3.320,76.

Hari ini, IHSG diperkirakan masih akan melemah atas banyaknya sentimen negatif yang beredar meski posisi IHSG sudah sangat jenuh beli. Investor asing masih akan melepas saham.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 65,50 poin (0,50%) ke level 12.997,28. Β 
  • Indeks KOSPI melemah 5,36 poin (0,30%) ke level 1.793,65. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
Kemarin IHSG kembali anjlok cukup dalam menyusul sentimen negatif dari regional. Kekhawatiran melambatnya ekonomi China membuat bursa regional Asia serempak melemah. Dari dalam negeri, akhirnya pemerintah pada Sabtu lalu memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Kami melihat kenaikan BBM ini tentu akan berpengaruh terhadap inflasi. Disisi lain, kami juga melihat dengan dinaikkannya BBM, akan mampu meredam defisit APBN dan neraca perdagangan. Hari ini kami proyeksikan IHSG masih akan bergerak dalam trend melemah. Terlihat investor asing juga masih terus melakukan aksi jual bersih. Kisaran support-resistance 4.384-4.450.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -85.91 poin (-1.90%) ke 4,429.46 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.7 juta lot atau setara dengan Rp5.2 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.93%), sektor basic-industries (-2.27%), sektor construction and property (-3.56%), sektor consumer goods (-1.63%), sektor finance (-1.40%), sektor infrastructure (-0.76%), sektor mining (-2.81%), sektor misc-industries (-0.89%), dan sektor trade (-3.23%).

Tercatat sebanyak 60 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 66 saham tidak mengalami perubahan dan 123 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. INVS (+11.57%), ICBP (+2.38%), TLKM (+0.50%), BDMN (+1.87%), dan EXCL (+1.73%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. UNVR (-3.12%), BMRI (-2.33%), PGAS (-3.13%), INTP (-4.24%), dan SMGR (-3.11%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 717 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBNI, TLKM, SMGR, BBCA, dan PGAS. Mata uang Rupiah terapresiasi 10,009 per Dollar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin berhasil breakdown MA 240. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan melemah terbatas, hal ini terlihat dari indikator MACD dan MA yang masih menghasilkan sinyal bearish namun dengan volume yang menurun. Dengan support 4,450 dan resistance 4,600. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: CTRS, ICBP, JSMR.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads