Bursa Menghijau, Saham Perusahaan Sandiaga Uno Malah Turun

Listing Perdana

Bursa Menghijau, Saham Perusahaan Sandiaga Uno Malah Turun

- detikFinance
Rabu, 26 Jun 2013 09:11 WIB
Bursa Menghijau, Saham Perusahaan Sandiaga Uno Malah Turun
Jakarta - Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pada perdagangan perdananya dibuka memerah di angka Rp 5.300 dari penetapan harga penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 5.500 per saham.

Bahkan, saham perusahaan milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini sempat menyentuh level terendahnya di angka Rp 4.975. Total frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 64 kali dengan volume 661 lot saham dan nilai transaksi mencapai Rp 1 miliar.

"Saya sudah lihat sendiri, dihitung dan di-blender sedemikian rupanya sehingga harga efeknya menyehatkan. Saratoga akan tetap konsisten berinvestasi di pasar saham," kata Edwin saat pencatatan perdana sahamnya, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (25/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total saham yang dilepas sebanyak 271,297 juta lembar saham ke publik atau setara 10% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100 sehingga total dana maksimal yang bisa diraih Saratoga sekitar Rp 1,49 triliun.

Dalam penawaran perdana saham ini, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 21,54 juta saham atau sebesar-besarnya 5% dari jumlah saham yang ditawarkan.

Selain itu, perseroan juga menawarkan program opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya 59,06 juta saham.

Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan untuk melunasi utang ke PT Saratoga Sentra Business sekitar US$ 50 juta atau Rp 483,5 miliar. Sisa dana hasil penawaran perdana saham digunakan untuk melunasi utang seiring akuisisi saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk sebesar Rp 359,4 miliar, dan untuk mendanai kegiatan investasi terutama dalam tiga sektor investasi kunci yaitu sumber daya alam, infrastruktur, dan produk jasa layanan konsumen.

Perusahaan investasi milik taipan lokal Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini merupakan emiten ke-15 yang melantai di bursa tahun ini setelah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST).

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads