Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tinggi berkat aksi borong saham murah yang dilakukan investor. Investor asing yang sebelumnya getol lepas saham kini mulai beraksi beli kembali.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.945 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.920 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melesat 79,125 poin (1,79%) ke level 4.497,997 didorong aksi borong saham oleh investor. Posisi indeks yang sudah sangat rendah dimanfaatkan untuk berburu saham murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 125,053 poin (2,83%) ke level 4.543,925 menebus kehilangan poinnya yang terjadi sejak awal pekan ini. Aksi beli kebanyakan dilakukan oleh investor domestik.
Aksi beli ini dipicu oleh data-data ekonomi AS yang positif. Sentimen dari AS itu bisa menepis kekhawatiran investor akan melambatnya pertumbuhan ekonomi China tahun ini.
Menutup perdagangan, Rabu (26/5/2013), IHSG melesat 168,856 poin (3,82%) ke level 4.587,728. Sementara Indeks LQ45 melonjak 35,885 poin (4,99%) ke level 755,460.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menghijau, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar dan aneka industri. Saham-saham unggulan berbasis konsumer juga melesat cukup tinggi.
Investor asing memang masih melepas saham, tapi jumlahnya tidak sedahsyat beberapa perdagangan sebelumnya. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 116,14 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 205.677 kali pada volume 5,459 miliar lembar saham senilai Rp 7,58 triliun. Sebanyak 221 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 74saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berakhir mixed hingga sore hari ini, beberapa di antaranya bertahan di zona hijau. Indeks menguat paling tinggi di regional.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 8,01 poin (0,41%) ke level 1.951,50.
- Indeks Hang Seng naik 482,83 poin (2,43%) ke level 20.338,55. Β
- Indeks Nikkei 225 anjlok 135,33 poin (1,04%) ke level 12.834,01. Β
- Indeks Straits Times menguat 17,12 poin (0,55%) ke level 3.107,05. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 3.000 ke Rp 85.000, Indocement (INTP) naik Rp 2.100 ke Rp 23.700, Unilever (UNVR) naik Rp 2.000 ke Rp 28.000, dan SMART (SMAR) naik Rp 1.600 ke Rp 9.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.600 ke Rp 6.400, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.500 ke Rp 23.000, Saratoga (SRTG) turun Rp 950 ke Rp 4.550, dan Nippon (ROTI) turun Rp 200 ke Rp 7.450.











































