Bank Mulai Salurkan Kredit, Pendapatan BES 2005 Turun
Kamis, 21 Okt 2004 19:22 WIB
Jakarta -
Bursa Efek Jakarta (BES) menargetkan pendapatan usaha tahun 2005 sebesar Rp 25,019 miliar. Jumlah ini turun 8 persen dibandingkan kinerja akhir tahun 2004 yang sudah direvisi Rp 27,181 miliar.Turunnya pendapatan usaha tersebut karena diperkirakan perdagangan obligasi transaksinya akan berkurang pada tahun depan. Sebab bank sudah mulai menyalurkan kredit lebih aktif."Transaksi tahun 2005 kami perkirakan lebih rendah dibanding tahun ini. Sebab bank sudah mulai melakukan ekspansi kredit dan adanya perpindahan investasi para investor ke saham," kata Dirut BES, Hindarmodjo Hinuri, usai RUPSLB di gedung Bapindo Plaza, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (21/10/2004).Menurut Hindarmodjo, meski transaksi pedagangan obligasi tahun depan menurun BES tetap menargetkan jumlah emisi obligasi sebanyak 25 emiten dengan nilai Rp 10 trilun. Jumlah ini relatif sama dengan target tahun 2004.Hingga akhir tahun 2004 BES menargetkan obligasi korporasi sebesar Rp 15 trilun. Di mana per September telah mencapai Rp 13 triliun. Semula target 2004 adalah sebesar Rp 10 trilun dengan 25 emisi obligasi. Namun hal tersebut sudah bisa tercapai sehingga targetnya ditingkatkan menjadi Rp 15 triliun sampai akir tahun.Untuk laba bersih tahun 2005, diperkirakan mencapai Rp 545 juta. Sedangkan revisi hingga tahun 2004, laba bersih Rp 425 juta dibandingkan sebelum revisi yang ditargetkan masih mencatat rugi.Jumlah pendapatan usaha hingga akhir tahun 2004, juga direvisi menjadi Rp 27,181 miliar dibandingkan sebelumnya, yang sebesar Rp 20,776 miliar. Hal ini disebabkan adanya peningkatkan perdagangan surat utang.Hidnarmojo juga menjelaskan untuk tahun 2005, pasar obligasi masih akan didominasi oleh perdagangan SUN (Surat Utang Negara). Sebab, perusahaan sudah jarang yang menerbitkan obligasi akibat pembiayaan bank yang lebih murah.BES juga menargetkan tahun 2005 bisa memperdagangkan produk baru, yakni, kontrak berjangka saham individu (KBSI). Mennurut Hindarmodjo, hal ini merupakan pelengkapan perdagangan dari kontrak opsi saham (KOS) yang ada di BEJ.Mengenai Tren Imbal Hasil (yield) untuk obligasi korporasi diperkirakan tetap di atas bunga deposito 1 sampai 2 persen. Yield obligasi ini mengikuti pergerakan bunga deposito. "Kalau kecenderungannya turun dia ikut turun atau sebaliknya," papar Hidarmodjo.
(djo/)










































