Membuka perdagangan akhir pekan, IHSG melaju 68,285 poin (1,46%) ke level 4.744,034 didorong sentimen positif dari bursa global dan regional. Minat beli investor domestik masih cukup tinggi.
Aksi beli terus berlanjut meski sudah banyak saham-saham yang menguat tinggi di perdagangan sebelumnya. Aksi beli ini melontarkan indeks ke posisi tertingginya di 4.772,817.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham di sektor agrikultur terkena aksi ambil untung, tapi koreksi ini tidak membuat laju penguatan IHSG terhambat. Pasalnya sembilan dari sepuluh sektor industri naik masih bisa naik cukup tinggi.
Saham-saham lapis dua jadi incaran berkat harganya yang masih murah. Investor asing juga terpantau melakukan aksi beli atas maraknya sentimen positif dari pasar global dan regional ini.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 98.793 kali pada volume 2,496 miliar lembar saham senilai Rp 3,223 triliun. Sebanyak 144 saham naik, sisanya 79 saham turun, dan 89 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia akhirnya kompak menguat di zona hijau setelah pagi tadi bergerak mixed. Pasar saha Jepang melonjak tinggi setelah nilai tukar yen melemah terhadap dolar AS.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 15,26 poin (0,78%) ke level 1.965,27.
- Indeks Hang Seng menanjak 238,51 poin (1,17%) ke level 20.678,59. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 437,29 poin (3,31%) ke level 13.650,84. Â
- Indeks Straits Times bertambah 29,21 poin (0,94%) ke level 3.147,24. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 2.200 ke Rp 31.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.350 ke Rp 27.450, Indocement (INTP) naik Rp 900 ke Rp 23.900, dan Matahari (LPPF) naik Rp 850 ke Rp 11.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 400 ke Rp 8.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 18.850, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 150 ke Rp 6.250, dan Eatertainment (SMMT) turun Rp 100 ke Rp 5.850.
(ang/dru)











































