Tim Ekonomi SBY Perlu Mendekat ke Pasar

Tim Ekonomi SBY Perlu Mendekat ke Pasar

- detikFinance
Jumat, 22 Okt 2004 12:41 WIB
Jakarta - Tim ekonomi SBY perlu mendekat ke pasar agar investor dapat lebih jelas melihat langkah-langkah yang akan dilakukan secara konkrit. Hal ini juga untuk menyakinkan pasar bahwa tim ekonomi SBY memiliki persepsi yang sama dengan keinginan pasar."Memang agak lain reaksi pasar dengan presiden-presiden sebelumnya. Tapi ini bukan berarti penolakan dari pasar cuma pasar ingin mengetes bagaimana kinerja yang akan diperlihatkan oleh tim ekonominya. Mungkin perlu mendekat ke pasar agar investor lebih jelas melihat langkah-langkah yang akan dilakukan secara konkrit sehingga menyakinkan pasar bahwa arahnya in-line dengan keinginan pasar," kata pengamat pasar uang Panji Irawan di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (22/10/2004).Diakuinya, respon pasar sedikit kurang hangat terhadap kabinet ekonomi SBY terutama terjadi pada pasar modal sedangkan untuk pasar uang relatif stabil karena pergerakan rupiah masih dalam kerangka yang wajar. Stabilnya rupiah ini juga akibat mata uang dolar AS yang memasuki tren melemah (bearish) terhadap mata uang seperti Yen, Pounsterling, euro dan dolar Singapura.Menurut Panji Irawan, pasar sebenarnya ingin melihat tim ekonomi yang bersahabat seperti figur tim ekonomi sebelumnya. Pasalnya pasar sangat bangga sekali dengan kestabilan makro yang diciptakan pemerintah sebelumnya. "Maka itu mereka menginginkan tim ekonomi saat ini seperti yang dulu yakni bisa mengendalikan inflasi, nilai tukar maupun suku bunga," ujarnya.Saat ini pasar masih memiliki tanda tanya besar terhadap kabinet ekonomi SBY karena mereka belum tahu kinerjanya. Namun jika sudah mulai bicara tim ekonomi tersebut akan terlihat kebijakan dimana hal itu akan menjadi penilaian pasar.Untuk pergerakan rupiah, Panji melihat akan berada dikisaran Rp 9.050 sampai Rp 9.130 per US$ 1. Namun karena terjadinya pelemahan dolar AS terhadap mata uang lainnya sulit bagi dolar pecah ke Rp 9.130 tapi juga sulit untuk menguat ke level Rp 9.050. Stabilnya rupiah ini karena permintaan pasar menjelang liburan panjang lebaran mulai dilakukan oleh investor sehingga permintaan dolar tetap ada meskipun tren dolar terhadap rupiah relatif stabil.Untuk pekan depan, Panji memprediksikan rupiah masih tetap stabil dikisaran saat ini dengan kecenderungan menguat tipis karena adanya lelang SUN Rp 3 triliun dan pembayaran divestasi saham Bank Permata senilai Rp 2,77 triliun atau setara US$ 300 juta. Panji optimis rupiah bisa tembus ke bewah Rp 9.000 jika kondisi pasar sudah seragam yang ditandai naiknya indeks dimana investor kembali masuk karena profit taking sudah selesai. Selain itu juga karena mulai masuknya valas dari luar karena investor mulai memburu saham dimana valas ditukarkan dalam rupiah terlebih dahulu. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads