Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.920 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.945 per dolar AS.
Mengawali perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka turun 36,047 poin (0,75%) ke level 4.782,897 terkena aksi ambil untung. Saham-saham yang sudah naik tinggi mulai dilepas oleh investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi di Juni 2013 mencapai 1,03%. Inflasi ini cukup tinggi, karena harga BBM subsidi naik yang mendorong harga barang juga ikut naik.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 33,568 poin (0,70%) ke level 4.785,327 menyusul ramainya aksi jual di lantai bursa. Inflasi bulan Juni yang cukup tinggi juga membuat investor waspada.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terkoreksi, menyisakan sektor finansial di jalur hijau. Aksi beli di saham-saham bank kelas berat membuat indeks finansial mampu bertahan.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (1/7/2013), IHSG melemah 41,443 poin (0,86%) ke level 4.777,452. Sementara Indeks LQ45 turun 9,295 poin (1,16%) ke level 794,704.
Aksi ambil untung dilakukan oleh investor lokal dan asing. Saham-saham lapis dua jadi sasaran aksi jual, begitu juga halnya dengan saham unggulan di sektor konsumer.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 107.172 kali pada volume 5,045 miliar lembar saham senilai Rp 4,674 triliun. Sebanyak 103 saham naik, sisanya 146 saham turun, dan 86 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed. Sentimen negatif dari pasar global membuat sebagian bursa regional jatuh ke zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 16,04 poin (0,81%) ke level 1.995,24. Â
- Indeks Nikkei 225 menanjak 175,18 poin (1,28%) ke level 13.852,50. Â
- Indeks Straits Times melemah 6,72 poin (0,21%) ke level 3.143,72. Â
- Indeks KOSPI turun 7,59 poin (0,41%) ke level 1.855,73. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 1.500 ke Rp 14.500, Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 870 ke Rp 2.100, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 51.300, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 600 ke Rp 7.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.200 ke Rp 29.550, Indocement (INTP) turun Rp 850 ke Rp 23.600, Indofood (INDF) turun Rp 500 ke Rp 6.850, dan Bank of India (BSWD) turun Rp 420 ke Rp 1.290.
(ang/dru)











































